Lebaran di Indonesia


“Setelah berpuasa satu bulan lamanya

Berzakat fitrah menurut perintah agama

Kini kita beridul fitri berbahagia

Mari kita berlebaran bersuka gembira”…

Sobat Djadoel ada yang tahu dengan penggalan lirik lagu di atas? Kalau anak-anak tahun 90-an pasti deh ngeh dengan lagu Idul Fitri yang dinyanyikan Tasya ini. Lagu ini bercerita tentang suasana di hari lebaran yang penuh kebahagiaan.

Idul Fitri atau orang Indonesia biasa menyebutnya dengan Lebaran adalah hari raya bagi seluruh umat Islam yang ada di dunia. Pada hari ini semua umat Islam merayakannya dengan penuh suka cita karena telah berhasil melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Hari raya ini jatuh setiap tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Nah, berikut djamandoeloe.com kasih beberapa hal yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri. Cekidot.

Setelah 30 hari berpuasa, akhirnya umat muslim merayakan hari kebesarannya pada 1 Syawal. Pada hari raya ini umat muslim memulainya dengan solat Ied di mesjid, lapangan terbuka, taman, atau di jalan, yang penting bersih dan bisa menampung banyak orang.

Selesai solat Ied, biasanya tiap-tiap orang berkumpul dengan keluarganya masing-masing untuk melakukan sungkem atau meminta maaf pada orang yang lebih tua. Sungkem merupakan kebiasaan yang selalu ada pada saat Idul Fitri. Hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan rasa hormat orang-orang muda pada orang yang lebih tua, terutama orang tua kita. Biasanya orang akan berlutut pada orang tua sambil meminta maaf.

Sehabis acara sungkeman bersama keluarga, barulah orang-orang pergi berkunjung ke rumah-rumah tetangganya untuk saling memohon maaf dan memaafkan. Setelah tetangga terdekat dikunjungi, barulah mengunjungi keluarga yang jauh diteruskan ke berbagai kerabat. Atau ada juga yang semua keluarganya berkumpul di satu rumah, biasanya di rumah nenek atau anggota keluarga yang dituakan. Dengan cara ini kita bisa menghemat waktu karena enggak perlu berkunjung ke berbagai tempat.

Kalau sudah kumpul seperti itu rasanya enggak seru kalau enggak ada yang namanya makan-makan. Nah, khusus di hari lebaran ini, di setiap rumah biasanya terdapat banyak minuman dan kue-kue atau makanan ringan yang berjejer di atas meja. Bagi Sobat Djadoel yang suka makan, pasti seneng deh kalau lebaran datang. Itu baru makanan ringannya, biasanya setelah ngobrol ngalor ngidul mereka akan melanjutkannya dengan makan bersama. Dan menu yang sangat spesial di hari lebaran adalah ketupat dan opor ayam.

Parcel atau Bingkisan Lebaran juga banyak ditemukan saat lebaran, bahkan parcel sudah bisa kita temukan jauh hari sebelum hari H nya. Biasanya kalau kita punya rekan bisnis, kita bisa dapet banyak parcel. Bisa berupa makanan atau peralatan rumah tangga. Selain parcel, ada satu lagi yang biasa dinanti-nantikan pada saat lebaran, yaitu THR atau Tunjangan Hari Raya. Kalau sudah beres solat Ied, maaf-maafan, makan ketupat, nah anak-anak kecil biasanya akan siap-siap mengantri untuk mendapatkan THR dari anggota keluarga yang sudah besar. Kayaknya THR ini enggak cuman ditunggu sama anak-anak kecil, tapi yang sudah besar juga harap-harap cemas menanti THR dari tempat kerjanya, hehehe.

Lalu, kebiasaan lainnya pada saat lebaran adalah baju baru. Seakan hampir semua orang di Indonesia menjadi suatu keharusan memakai baju baru saat lebaran. Sebenarnya sih bukan barunya, enggak baru juga enggak apa-apa yang penting bersih dan rapi, betul enggak Sobat Djadoel? Seperti penggalan lagunya Dea Ananda, “Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari Raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.”

Euforia Lebaran terasa tak hanya pada hari H-nya atau sesudahnya saja, tapi dari beberapa hari sebelumnya sudah sangat terasa seakan tak sabar menantikan kehadirannya. Dari mulai mempersiapkan baju baru, bikin ketupat, nyiapin THR dan juga memberikan ucapan-ucapan selamat Idul Fitri atau ucapan maaf kepada kerabat.

Dulu, di saat SMS atau jejaring sosial belum setenar sekarang, orang-orang biasanya mengucapkannya lewat kartu lebaran. Banyak orang yang membelinya di toko-toko atau dengan kreatifitasnya ia membuat sendiri kartu lebarannya.  Kalau sekarang sih cukup dengan kirim SMS atau lewat jejaring sosial sudah sampai ucapan selamatnya.

Satu lagi yang istimewa menjelang hari Idul Fitri di Indonesia dan mungkin enggak ada di negara lain, yaitu mudik. Istilah yang dikenal orang Indonesia ini berarti pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Mudik seakan menjadi puncaknya kemacetan hampir di seluruh jalan. Walaupun begitu, orang-orang tetap enjoy bermacet-macetan karena rasa kangen bertemu dengan keluarga lebih besar dibandingkan rasa kesal terjebak dalam kemacetan.

Nah, dari semua kebiasaan-kebiasaan yang sudah djamandoeloe.com paparkan, ada satu yang enggak boleh dilupain pada saat lebaran, yaitu zakat. Bagi Sobat Djadoel yang mampu, zakat ini menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Zakat ini seperti pajaknya bagi orang muslim yang mampu dan nantinya diberikan pada orang-orang yang lebih membutuhkan. Zakat harus diberikan sebelum salat Idul Fitri dimulai. . Bentuk zakat fitrah itu sendiri dapat berupa makanan pokok seperti beras, gandum, keju, dan makanan pokok lain atau berupa uang sebesar bahan pokok tersebut. Besarnya zakat fitrah yang wajib dibayar oleh satu orang adalah 2,5 kg makanan pokok.

Itulah beberapa kebiasaan yang ada saat Idul Fitri di Indonesia. Jangan lupa bayar zakat fitrahnya ya, Sob.

Djamandoeloe.com juga mengucapkan:

 “SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum, Ja'alanallahu Wa Iyyakum. Minal Aidzin wal Faizin”





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com