Panjat Pinang, Ga Ada Lo Ga Rame


https://tarunafadli.files.wordpress.com/2012/08/96028_rebutan-manjat.jpg

PANJAT Pinang adalah sebuah permainan yang sangat terkenal di Indonesia, biasanya ada saat perayaan kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Permainan ini seakan sudah menjadi tradisi dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Setiap tahun, baik itu di kota maupun desa, pohon pinang selalu menghiasi perayaan Kemerdekaan Indonesia.

Seperti namanya, permainan ini menggunakan sebuah pohon pinang yang nantinya akan dipanjat oleh peserta. Peserta yang berhasil mencapai puncaknya berhak mengambil berbagai hadiah yang digantung di atas pohon ini. Hadiahnya pun bermacan-macam, mulai dari barang elektronik, makanan, pakaian, uang, sampai ada juga amplop kosong.

Tapi tentu saja tak semudah itu untuk mengambil hadiah-hadiah tersebut, karena pohon pinang ini sebelumnya akan dilumuri oleh cairan yang sangat licin, seperti oli atau minyak kelapa, atau gabungan keduanya. Jadi seorang pemanjat tidak akan bisa mencapai puncaknya jika hanya seorang diri. Oleh karena itu, permainan ini biasanya dimainkan oleh banyak orang dan hanya kerjasama tim serta strategi yang jitu yang bisa mencapai puncak.

Untuk sampai ke puncak, para peserta harus mengerahkan seluruh kekuatannya. Tak jarang dari mereka yang terjatuh karena saking licinnya. Wajah dan badan mereka pasti cemong-cemong kena oli. Tapi itu yang membuat penonton tertawa. Mereka juga harus rela, bahu, kepala atau kadang wajahnya dijadikan pijakan agar tim nya bisa sampai di puncak. Semua itu dilakukan demi satu tujuan, sampai puncak dan mengambil hadiahnya.

Sebenarnya panjat pinang sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dan ternyata yang memperkenalkan permainan ini pada rakyat Indonesia adalah orang-orang Belanda. Dulu panjat pinang ini dijadikan hiburan oleh orang Belanda pada saat acara-acara penting, seperti hajatan, pernikahan dan hari libur.

Nah, yang ikut lomba ini hanya orang pribumi saja, orang Belanda hanya menonton sambil ketawa-ketawa. Oleh karena itu ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan adanya tradisi panjat pinang ini, karena dianggap melecehkan orang pribumi. Tapi ada juga yang pro dengan permainan ini, karena dianggap sebagai tantangan pendidikan yang mengajarkan orang untuk bekerja sama dan bekerja keras dalam mencapai tujuan mereka.

Dulu hadiah yang digantung di atas pohon itu berupa bahan makanan seperti gula, keju dan beras, serta bahan pakaian seperti kain. Saat itu barang-barang tersebut menjadi barang yang sangat mewah bagi orang-orang pribumi. Maklum saja, saat penjajahan orang pribumi sangat susah untuk mendapatkan bahan makanan dan pakaian karena semuanya dimonopoli oleh penjajah.

Jadi sudah selayaknya tradisi panjat pinang ini terus dilestarikan. Karena permainan ini mampu memadukan kreatifitas, kesabaran, ketekunan, kerja sama, gotong royong, dan semangat untuk mencapai satu tujuan. Itu juga yang sebenarnya bangsa ini butuhkan, semangat kebersamaan dan gotong royong untuk memajukan bangsa. Dan yang terakhir jangan pernah menyerah!!!





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com