Perjalanan Nama Indonesia


INDONESIA bukan hanya sekadar nama negara, bagi rakyat Indonesia kata ini seolah telah menjadi nama kedua untuk menunjukkan identitasnya. Sejak merdeka pada tahun 1945, kata Indonesia terus menunjukan sebuah identitas Negara kepulauan yang berada di antara benua Asia dan Australia. Tapi, tahukah Sobat Djadoel dari mana kata Indonesia ini berasal? Atau siapa yang pertama kali mengucapkan kata Indonesia? Mungkinkah neneng moyang kita yang yang memberi nama Indonesia?

Kalau dilihat dari sejarahnya, sebelum menamakan diri Indonesia, kepulauan yang berada di Asia Tenggara ini memiliki beberapa nama panggilan dari berbagai bangsa luar. Sebut saja bangsa Tionghoa yang menyebutnya dengan nama Nan-hai, yang berarti Kepulauan Laut Selatan. Sedangkan bangsa India menamainya dengan Dwipantara, Kepulauan Tanah Seberang. Sedangkan bangsa Arab sendiri menyebut wilayah ini sebagai Jaza'ir al-Jawi, Kepulauan Jawa. Maka jangan heran jika orang Arab sering memanggil orang Indonesia dengan ‘orang Jawa’ meskipun berasal dari luar tanah Jawa.

Bangsa-bangsa Eropa menyebutnya dengan Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Bangsa Eropa lainnya menyebut wilayah Asia Selatan dengan nama "Hindia Muka" dan wilayah Asia Tenggara dinamai dengan "Hindia Belakang".

Kemudian Belanda menamai wilayah ini dengan Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda), sama dengan tanah jajahannya yang lain. Dan setelah jatuh ke tangan Jepang, wilayah ini disebut dengan istilah To-Indo (Hindia Timur).

Jauh sebelum itu, Eduard Douwe Dekker pernah menyebut kepulauan Indonesia dengan nama Insulinde, yang artinya Kepulauan Hindia. Tapi orang yang pertama kali memperkenalkan nama Indonesia ke publik adalah seorang ahli hukum kelahiran Skotlandia yang bernama Richardson Logan pada tahun 1850, melalui tulisannya yang berjudul “The Ethnology of the Indian Archipelago”. Dia terinpirasi dari sebuah tulisan George Samuel Windsor Earl yang menyebutkan dua nama, yaitu Malayunesia dan Indunesia untuk menggantikan sebutan Hindia pada wilayah kepualauan ini. Tapi Logan mengganti huruf u dengan o pada istilah Indunesia menjadi Indonesia dengan alasan lebih mudah dilafalkan.

Pada tahun 1884, seorang antropolog dan guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian, menerbitkan buku dengan judul Indonesien order die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume. Lewat buku inilah nama Indonesia menjadi lebih dikenal oleh para cendekiawan Belanda. Sampai akhirnya istilah Indonesia untuk menyebut wilayah Kepuluan di Asia Tenggara ini terdengar oleh orang-orang Indonesia pada awal abad 20. Dari sana nama Indonesia sudah mulai melekat dan dijadikan identitas sebuah bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara pada tahun 1913. Sejak saat itu muncul istilah Indonesische di kalangan pelajar yang berada di Belanda. Kemudian pada 28 Oktober 1928, nama Indonesia diikrarkan dalam sumpah pemuda dan menjadi nama resmi wilayah kepulauan dari Sabang sampai Merauke.

Sampai akhirnya pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, nama Indonesia resmi menjadi nama Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap bertahan sampai sekarang. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com