Lingsir Wengi, Lagu Pengantar Tidur Zaman Dulu


BAGI sebagian orang, musik atau lagu terkadang mewakili perasaannya, bahkan ada juga yang memiliki theme song khusus dalam hidupnya, entah itu lagu mellow atau upbeat. Karena tak dipungkiri bahwa sebuah lagu bisa membuat hati seseorang senang ataupun sedih.

Namun, ternyata ada beberapa lagu yang jika Sobat Djadoel mendengarkannya malah bisa membuat bulu kuduk merinding. Wah lagu kayak gimana tuh? Nah, Sobat Djadoel bisa simak lirik lagu di bawah ini untuk mengetahuinya.

 

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…

Ojo tangi nggonmu guling…

Awas jo ngetoro…

Aku lagi bang wingo wingo…

Jin setan kang tak utusi…

Dadyo sebarang…

Wojo lelayu sebet…

 

Artinya:

Menjelang malam, dirimu mulai sirna...

Jangan terbangun dari tidurmu...

Awas, jangan memperlihatkan diri...

Aku sedang gelisah,

Jin setan ku perintahkan

Jadilah apapun juga,

Namun jangan membawa maut…

 

Lirik di atas adalah sebuah lirik dari lagu lingsir wengi. Lagu yang kian booming setelah dinyanyikan oleh Julie Estelle dalam film Kuntilanak ini memang terkenal dengan aura magisnya. Kemudian banyak orang yang percaya bahwa lagu lingsir wengi bisa dijadikan sebagai lagu untuk memanggil makhluk halus. Hal tersebut semakin dipercaya dengan adanya cerita dari sebagian orang yang pernah didatangi kuntilanak setelah menyanyikan lagu itu. Benarkah demikian? Ataukah hanya mitos belaka?

Kalau dilihat dari sejarahnya, lagu lingsir wengi sendiri diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Beliau adalah salah satu dari wali songo yang terkenal di pulau Jawa. Sebagai penyebar agama Islam, Sunan Kalijaga punya cara unik dalam menyebarkan dakwahnya agar bisa diterima masyarakat. Untuk mendekati masyarakat yang saat itu memeluk agama Hindu, Sunan Kalijaga berdakwah melalui berbagai macam seni dan budaya. Salah satunya melalui lagu lingsir wengi ini.

Dalam menciptakan lagu ini, Sunan Kalijaga menggunakan pakem Durma. Pakem Durma sendiri merupakan salah satu pakem gending Jawa yang terdapat pada pakem Macapat. Setiap lagu atau tembang yang menggunakan pakem macapat mencerminkan watak yang berbeda-beda. Pakem durma sendiri mencerminkan watak lagu yang penuh dengan sifat keras, sangar, suram sampai kesedihan. Bahkan kadang mengungkapkan hal-hal yang angker dalam kehidupan.  Oleh sebab itu, lagu lingsir wengi dinyanyikan dengan tempo pelan dan penuh perasaan sampai menyayat hati. Maka tak aneh jika yang mendengarkan lagu ini merasa ketakutan.

Kalau diperhatikan dengan baik, lirik dari lagu ini bisa dikatakan sebagai mantra tolak bala. Karena dalam liriknya mengandung doa supaya dijauhkan dari hal-hal buruk. Lagu ini juga mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhan agar terhindar dari kutukan dan malapetaka. Jadi, anggapan bahwa lagu lingsir wengi bisa memanggil kuntilanak itu salah besar.

Bahkan zaman dulu, lagu lingsir wengi ini biasa dinyanyikan oleh seorang ibu untuk menidurkan anaknya. Atau ada juga yang menyanyikannya setelah salat malam sebagai ganti wirid, karena lagu ini juga mengandung arti sebagai permohonan doa pada Tuhan. Jika benar lagu tersebut bisa memanggil kuntilanak, tidak mungkin seorang ibu menyanyikan lagu ini untuk menidurkan bayinya.

Nah, sudah tahu kan Sobat Djadoel arti dari lagu lingsir wengi yang sesungguhnya, jadi enggak ada yang perlu ditakutkan lagi. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com