Dari Nyi Roro Kidul Hingga Poseidon


PANTAI dan laut kerap menjadi tempat pilihan untuk berlibur, melepaskan penat dari aktivitas sehari-hari yang berjibun. Di balik keindahannya yang memesona, pantai laut juga menyimpan banyak cerita. Tak sedikit orang yang meyakini adanya sesosok makhluk yang menguasai lautan.

Makhluk ini berkuasa dalam mengendalikan dan berhubungan langsung dengan semua hal yang terjadi di lautan. Tapi tak banyak yang tahu kalau penguasa lautan ini ada hampir di setiap negara dengan nama yang berbeda dan cerita yang berbeda.

Sebut saja Nyi Roro Kidul. Sosok yang dikenal masyarakat Indonesia ini digambarkan sebagai seorang wanita penguasa Laut Selatan Jawa yang suka dengan warna hijau. Nyi Roro Kidul juga selalu dikaitkan dengan berbagai bencana yang terjadi di laut selatan Jawa, seperti orang yang hilang ketika berenang di pantai selatan sampai tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Pangandaran. Meski hal itu belum terbuktikan, tapi banyak sekali orang yang percaya dengan adanya Nyi Roro Kidul. Sampai-sampai masyarakat Jawa dan Bali sering melakukan berbagai upacara untuk menghormatinya, bahkan pihak keraton Yogyakarta juga selalu ambil bagian dalam upacara penghormatan pada Nyi Roro Kidul.

Ratu pantai Selatan tersebut memiliki banyak mitos dan nama. Oleh keturunan bangsa Cina di Pulau Jawa, Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai dewi Kwan Im. Di Indonesia sendiri, Nyi Roro Kidul memiliki banyak nama, dari mulai Kanjeng Ratu Kidul, Putri Lara Kadita, Ratna Suwinda, Putri Junjung Buih, dan masih banyak lagi nama lainnya.

Hampir mirip dengan legenda NyI Roro Kidul, orang-orang Tiongkok juga percaya dengan adanya dewi penguasa laut yang bernama Tian Shang Sheng Mu atau yang lebih dikenal dengan Mazu. Orang Tiongkok percaya bahwa Mazu memiliki jiwa kebajikan, kemurahan hati dan penuh kasih sayang. Karena itulah Mazu banyak disembah oleh orang-orang Tiongkok terutama di daerah pantai Tenggara Cina seperti Fujian dan Taiwan. Mazu juga sudah menjadi sebuah identitas bagi orang-orang Tionghoa, ini terlihat dari banyaknya kuil Mazu yang tersebar di seluruh dunia, bahkan jumlahnya mencapai 5.000 kuil lebih.

Mazu sendiri sebenarnya adalah seorang gadis bernama Lin Mo yang dilahirkan di keluarga pejabat. Dari kecil dia sudah memiliki daya ingat yang sangat baik. Saking pintarnya, ia mampu menyembuhkan orang sakit dan mengajar orang bagaimana untuk mencegah penyakit. Setelah berumur 28 tahun, ia memutuskan untuk naik ke puncak gunung dan menjadi seorang dewi lautan. Kemudian ia dikenal sebagai dewi laut yang suka menolong para pelaut dan menjadi pelindung etnis Cina dari wilayah Selatan.

Dari Cina, kita lompat ke negara tetangganya yaitu Jepang, di sana juga percaya dengan adanya sosok penguasa laut yang disebut Susano’o. Susano’o atau nama panjangnya Tatehaya Sosano wo no Mikoto adalah dewa laut dan badai yang dipercaya oleh penganut agama Shinto. Susano'o juga disebut sebagai saudara dari Amaterasu (dewi matahari) dan Tsukuyomi (dewa bulan).

Agama lainnya yang mengenal dewa laut adalah Hindu.  Dalam ajarannya, Hindu mengenal berbagai sosok dewa termasuk dewa Baruna atau Waruna. Dewa ini dijuluki sebagai dewa air yang berkuasa di lautan dan samudra serta menguasai hukum alam yang disebut Reta. Ia selalu digambarkan sebagai sosok yang suka mengendarai makhluk setengah buaya setengah kambing yang disebut makara.

Tak hanya di Asia, Eropa juga ternyata punya legenda tentang penguasa lautan. Sebut saja sebuah mitologi Yunani yang menyebutkan adanya dewa Poseidon. Poseidon sendiri disebutkan sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Ia sering digambarkan sebagai seorang pria perkasa berjenggot yang selalu membawa trisula. Konon Poseidon ini sudah banyak disembah oleh bangsa Yunani sejak zaman perunggu, terutama di daerah Pylos dan Thebes.

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan penguasa laut, semua orang bebas berpendapat dan kembali pada diri masing-masing. Ada yang percaya dengan keberadaan penguasa lautan, tapi tak sedikit juga yang menyebutnya hanya sebagai cerita fiksi. Karena memang sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan keberadaan makhluk-makhluk itu. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com