‘Berkorban’ di Idul Adha


SETELAH dua bulan lalu semua umat muslim di dunia merayakan Idul Fitri, kini umat muslim sudah bersiap menyambut hari besar lainnya yaitu Idul Adha. Tak berbeda jauh dengan Idul Fitri, Idul Adha juga selalu dinanti-nanti oleh umat Islam.

Idul Adha atau kebanyakan orang Indonesia menyebutnya dengan Lebaran Haji adalah sebuah perayaan dalam agama Islam dimana terjadi setiap 10 Dzulhijah dan merupakan puncak dari ibadah haji. Idul Adha sendiri sebenarnya berasal dari dua kata yaitu ‘âda-ya’ûdu-awdatan wa ‘îdan’ yang berarti ‘Kembali’ dan ‘Adha-Yudhî-udhiyatan’ yang berarti ‘Berkorban’. Jadi Idul Adha bisa dikatakan sebagai jalan untuk kembali kepada semangat berkorban seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim.

Perayaan yang jatuh tepat 70 hari setelah hari raya Idul Fitri ini berawal dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail. Meskipun Nabi Ismail adalah darah dagingnya yang telah lama dinantikan, tapi demi ketaqwaan kepada Allah SWT beliau rela berkorban dan ikhlas untuk menyembelih anak yang sangat disayangnya. Namun pada akhirnya Nabi Ismail tidak jadi disembelih karena Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba. Dan ini bisa berarti bahwa Islam sangat menghargai nyawa seorang manusia.

Hampir sama seperti hari raya Idul Fitri, pada perayaan Idul Adha juga selalu dilaksanakan Shalat Ied di pagi hari dengan lantunan suara takbir dimana-mana. Satu hal yang membedakannya adalah pada hari raya Idul Adha selalu ada ritual penyembelihan hewan qurban dan hasilnya akan dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu. Memang dalam Idul Adha sangat dianjurkan untuk berkurban, tapi ini hanya untuk orang yang sudah mampu saja.

Selain menunjukan ketaqwaan seseorang pada Tuhannya, berkurban juga memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Karena dalam berkurban daging hasil penyembelihannya akan dibagikan pada fakir miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Jadi selain menjalankan perintah agama kita juga sebenarnya sedang dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan dan mengasah kepekaan terhadap sesama.

Jadi Sobat Djadoel, Idul Adha ini seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk menambah ketakwaan kepada tuhan dan lebih memperhatikan kepentingan sesama. Bukan hanya merayakan Idul Adha dengan melakukan ritualnya saja tapi menerapkan nilai-nilai yang sebenarnya lebih penting daripada hanya menyembelih hewan qurban. Selamat berhari raya! 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com