“Lubang Buaya”, Antara Spooky dan Seru


Monumen Pancasila Sakit (sumber:http://alumnisejarahunpad.multiply.com)

LUBANG Buaya. Mendengar namanya saja nampak seram. Mungkin bagi orang awam ketika mendengar kalimat “Lubang Buaya” yang terbersit di pikirannya ialah lubang yang dipenuhi buaya. Tapi tunggu dulu, lubang buaya di sini bukan lubang tempat buaya tinggal lho melainkan sebuah tempat wisata sejarah di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September 1965.

Di tempat wisata Lubang Buaya (Monumen Pahlawan Revolusi) ini Sobat Djadoel akan melihat sebuah monumen dengan patung burung garuda raksasa yang dikelilingi oleh patung Pahlawan Revolusi. Monumen tersebut dinamakan Monumen Pancasila Sakti. Selain itu, Sobat Djadoel juga bisa melihat Museum Pengkhianatan PKI (Komunis). Di dalam museum ini, diceritakan sejarah pemberontakan-pemberontakan PKI yang bertujuan menggantikan dasar negara Pancasila dengan komunis yang bertentangan dengan Pancasila sampai pada pemberontakan kedua yang terkenal dengan nama Gerakan Tiga Puluh September atau G 30 S/PKI. Di awal pintu masuk museum, Sobat Djadoel akan disambut dengan beberapa koleksi foto Pemberontakan PKI, Pengangkatan Jenazah 7 Pahlawan revolusi, dan beberapa diorama yang menceritakan tentang Pemberontakan PKI diberbagai Daerah di Indonesia. Pastinya akan membuat Sobat Djadoel penasaran dan bikin bulu kuduk merinding saat melihatnya.

Masih di sekitar area Monumen Pahlawan Revolusi, Sobat Djadoel bisa mengunjungi Museum Paseban. Di museum ini terdapat berbagai diorama mengenai G 30 S/PKI. Selain itu, terdapat Ruang Relik yang merupakan tempat dipamerkannya barang-barang, terutama pakaian yang mereka kenakan ketika mereka diculik, disiksa, sampai akhirnya dibunuh, berikut dengan hasil visum dari dokter. Mengerikan ya? Tapi, seru juga hehe.

Lalu, ada pula Ruang Teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, Pemakaman ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan lain-lain, masa putar rekaman ini kurang lebih 30 menit.

Dan ini yang paling terkenal sekaligus yang paling mengerikan menurut Teh Lulu. Di area ini terdapat sebuah sumur tua yang sekarang disebut dengan Lubang Buaya, tempat yang menjadi semacam kuburan bagi 7 orang pahlawan kita yang telah dijemput maut setelah mengalami siksaan yang tidak terkira oleh Gerombolan G 30 S/PKI. Siapa saja sih ketujuh pahlawan itu?

Ketujuh pahlawan tersebut ialah Jend. Anumerta Ahmad Yani, Mayjen. Anumerta Donald Ifak Panjaitan, Letjen. Anumerta M.T. Haryono, Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean, Letjen. Anumerta Siswandono Parman, Letjen. Anumerta Suprapto, Mayjen. Anumerta Sutoyo Siswomiharjo.

Sedangkan jenazah Brigjen Katamso Dharmakusumo dan Kol. Sugiyono Mangunwiyoto ditemukan di Desa Kentungan, Yogyakarta. Selain itu, gugur pula AIP II Brimob Karel Sasuit Tubun dan Ade Irma Suryani Nasution, putri dari Jend. A.H. Nasution. Lubang yang dalamnya 12 meter dan berdiameter 75 cm ini masih ada disana, ditata sedemikian rupa sehingga mengambarkan kondisi yang sebenarnya.

Di Komplek Monumen Pahlawan Revolusi ini juga terdapat Pos Komando. Tempat tersebut milik seorang penduduk RW 02 Lubang Buaya yang bernama Haji Sueb. Tempat ini dipakai oleh pimpinan G 30 S/PKI, yaitu Letkol Untung dalam rangka perencanaan penculikan terhadap 7 Pahlawan Revolusi. Di dalamnya masih tersimpan barang-barang asli yang menjadi saksi bisu kekejaman PKI, seperti: 3 buah Petromaks, Mesin Jahit, dan Lemari Kaca.

Yang pasti jika Sobat Djadoel berwisata ke Monumen Pahlawan Revolusi (Lubang Buaya), Sobat Djadoel akan merasa dibawa kembali ke zaman dulu di mana ketujuh pahlawan kita disiska dan dibunuh secara tidak manusiawi, semena-mena, seperti layaknya mereka membunuh binatang. Sobat Djadoel juga bisa merasakan spooky-nya Lubang Buaya serta merasakan kesedihan saat mengetahui pahlawan kita diperlakukan seperti itu. So, enggak ada salahnya Sobat Djadoel berwisata sejarah. Selain buat refreshing, pengetahuan kita mengenai sejarah negara juga akan semakin bertambah.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com