Bermain Engklek


http://rumahceritaanak.com/wp-content/uploads/2015/07/engklek.jpg

SEKARANG ini banyak sekali permainan modern yang bisa kita mainkan, mulai dari game di tablet sampai berbagai video game di komputer, baik yang online maupun offline. Dibalik menjamurnya permainan modern saat ini, ternyata masih ada beberapa permainan tradisonal yang banyak dimainkan oleh anaka-anak zaman sekarang, terutama anak-anak di pelosok desa. Salah satu permainan tradisional tersebut adalah engklek.

Engklek adalah permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia, banyak anak-anak yang memainkannya. Saking populernya, banyak orang Indonesia yang menganggap engklek sebagai permainan khas tradisonal Indonesia. Padahal sebenarnya engklek ini berasal dari negeri Pizza, Italia, tepatnya dari Kota Roma.

Di Roma sendiri permainan ini disebut dengan Hopscotch yang berasal dari kata Hop (melompat) dan scotch (garis-garis), karena memang cara bermainnya adalah dengan melompat diantara berbagai garis yang digambar di tanah. Awalnya permainan ini digunakan untuk melatih kekuatan, kecepatan dan stamina para prajurit Roma dalam upaya penjajahan di Glasgow, Skotlandia. Saat itu arenanya sendiri dibuat dengan ukuran yang sangat besar, 31 meter.

Setelah Glasgow jatuh ke tangan Roma, para tentara Roma kemudian mengajarkan berbagai gaya hidup orang Roma termasuk mengajarkan anak-anak Glasgow untuk bermain Hopscotch. Permainan ini kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru dunia dan menjadi permainan yang sangat populer di kalangan anak-anak Amerika, Asia dan Eropa.

Nama engklek atau sondah juga diduga berasal dari kata zondag-maandag. Kata itu berasal dari Belanda yang kemudian menyebar ke nusantara pada zaman kolonial. Pada zaman penjajahan, kerap dijumpai anak-anak perempuan Belanda yang bermain sondah. Hingga setelah Indonesia merdeka dari penjajahan, permainan tradisional ini tetap bertahan dan menjadi semakin populer di kalangan anak-anak kecil di Indonesia.

Oleh karena itu, di Indonesia sendiri permainan ini bisa kita jumpai mulai dari Sabang sampai Merauke. Namanya juga berbeda-beda di setiap tempatnya, di Jawa permainan ini disebut engklek, di sebagian Jawa Barat ada yang menyebutnya sondah, orang Palembang menyebutnya cak engkle, di Manado disebut enge-enge, dan masih banyak lagi sebutannya. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com