Beep, Beep, Pagermu Berbunyi


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/40/Alphadual.jpg

PERKEMBANGAN teknologi komunikasi memang terbilang sangat pesat. Berbagai alat komunikasi terus bermunculan dengan kecanggihannya masing-masing. Salah satunya adalah smartphone yang akhir-akhir ini merangkak naik ke puncak ketenaran.

Tapi, sebelum masa era smartphone saat ini bahkan jauh sebelum era handphone yang standar, pernah ada satu alat komunikasi yang pada zamannya terbilang cukup canggih dan banyak digunakan oleh orang-orang. Alat itu bernama ‘Pager’.

Pager atau juga dikenal dengan sebutan Beeper adalah sebuah alat radio panggil yang menggunakan frekuensi radio. Fungsinya sendiri sangat mirip dengan SMS yang ada saat ini. Pager pertama kali ditemukan oleh perusahaan Multitone Electronik pada 1956 di London. Namun cikal bakal pager sendiri mulai muncul pada 1949 ketika one way cordless remote telephonic digunakan oleh dunia kedokteran di New York sebagai alat untuk memanggil dokter saat darurat.

Ada juga yang mengatakan bahwa cikal bakal pager bermula dari sebuah alat yang disebut ‘beeper’ yang digunakan oleh pihak kepolisian detroit Amerika pada 1921. Entah mana yang benar. Yang pasti, sekitar tahun 80-an, pager bisa dibilang merupakan alat komunikasi canggih nan mahal.

Tak heran jika pada masa itu hanya orang yang berduit saja yang bisa memilikinya. Pager masuk ke Indonesia kira-kira sekitar awal tahun 90-an. Mulanya pager menggunakan frekuensi radio Am, tapi agar bisa menjangkau lebih banyak orang akhirnya frekuensi pager dipindahkan ke frekuensi radio FM.

Pager ternyata ada beberapa jenis. Yang pertama adalah Pager Numerik yang hanya bisa menerima panggilan satu arah. Pager jenis ini hanya menawarkan sebuah tampilan nomor telepon yang harus dipanggil dan kode pager. Kemudian ada Pager Alphanumerik yang merupakan versi modifikasi dari pager numerik. Pager jenis ini sudah memiliki layar LCD yang lebih besar dibanding Pager Numerik dan dibekali dengan kemampuan menerima email dari sistem pager. Dan yang ketiga ada Pager Respon, pager ini hampir sama dengan Pager Alphanumerik namun dilengkapi dengan pemancar built-in dan keyboard kecil untuk mengirim atau membalas pesan text.

Jadi kala itu, bagi Sobat Djadoel yang ingin menghubungi seseorang melalui pagernya, kita tinggal menghubungi operator pager dari telepon rumah atau telepon umum. Setelah terhubung dengan operator, operator akan meminta id pager yang dituju. Kemudian kita tinggal membacakan pesan yang akan dikirim. Setelah itu operator akan mengirim pesan tersebut ke pager yang dituju.

Terlihat ribet dan tidak efektif memang cara kerja pager ini. Selain itu pager juga tidak bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang kompleks, jadi tak heran jika pager ini hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya digantikan oleh handphone yang menawarkan berbagai macam keunggulan dalam berkomunikasi.

Tapi dibalik itu, pager juga memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya kita tidak perlu punya pager untuk bisa menghubungi pager seseorang. Selain itu alat ini juga bisa dibilang relatif murah dan bisa menyampaikan informasi dengan cepat. Dan yang terpenting, pada masanya, pager telah membantu jutaan orang untuk saling berkomunikasi dan menjadi bagian penting dalam perkembangan tekhnologi informasi.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com