Rudolph, Si Rusa Hidung Merah


http://media.nationalgeographic.co.id/daily/640/0/201212210958290/b/foto-misteri-hidung-merah-rudolph.jpg

NATAL adalah salah satu perayaan keagamaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum nasrani setiap tahunnya. Tak aneh memang jika banyak hal yang dibuat khusus untuk merayakan natal ini. Mulai dari adanya pohon natal, makanan khas natal sampai cerita-cerita khas natal seperti Sinterklas dan Pit Hitam yang selalu disukai anak-anak.

Cerita khas natal lainnya yang selalu disukai oleh anak-anak adalah cerita tentang sembilan ekor rusa terbang yang selalu menarik kereta Santa saat malam natal. Cerita ini seringkali muncul di televisi sebagai film liburan bagi anak-anak saat natal tiba.

Awalnya cerita rusa terbang ini hanya menceritakan delapan ekor rusa yang selalu menarik kereta santa. Cerita rusa terbang milik Santa ini adalah karya dari seorang warga Amerika yang bernama Clement Clarke Moore pada tahun 1823. Kedelapan rusa Santa itu memiliki nama masing-masing. Ada Dasher, Comet, Cupid, yang mewakili kecepatan. Kemudian ada Dancer, Prancer, Vixen, yang konon katanya adalah rusa betina jadi mereka mewakili sebuah keanggunan. Ditambah dengan Donder dan Blitzen yang mewakili kekuatan, karena nama mereka diambil dari bahasa Belanda yang memiliki arti kilat dan petir.

Namun pada 1939, seorang pegawai dari “Departement Store Montgomery” yang bernama Robert L. May membuat sebuah karakter rusa baru yang bernama Rudolph. Awalnya karakter ini diciptakan hanya untuk mempromosikan Montgomery, tapi lama kelamaan karakter ini disukai masyarakat dan menjadikan Rudolph masuk ke dalam rombongan rusa terbang penarik kereta Santa.

Rudolph ini memiliki karakter yang sangat unik. Dia digambarkan sebagai sosok rusa yang memiliki hidung merah. Pada malam hari atau jika cuaca buruk dan jalanan menjadi gelap, hidung Rudolph ini bisa mengeluarkan cahaya yang berguna bagi rusa lainnya agar bisa melihat jalan dengan jelas. Jadi tak heran jika ia selalu berjalan paling depan di antara rusa Santa lainnya.

Karena karakter Rudolph yang unik dan menarik, maka pada masanya, buku cerita yang diciptakan oleh Robert L. May ini terjual hampir 2,5 juta eksemplar. Bahkan ketika dicetak ulang pada 1946, buku ini terjual lebih dari 3,5 juta eksemplar.

Daya tarik terhadap Rudolph tak hanya sebatas cerita, di tahun 1949, ipar dari Robert L. May, Johnny Marks pun turut menciptakan sebuah lagu khusus untuk Rudolph. Lagu itu diberi judul Rudolph the Red-Nosed Reindeer. Lagu tersebut hingga kini telah dibawakan oleh berbagai artis. Penyanyi pertama yang membawakan lagu ini adalah Harry Brannon di sebuah radio di New York City pada 1948.

Karakter yang dibuat oleh Robert L. May ini tak disangka mendapat antusias yang begitu besar dari masyarakat. Mungkin bukan karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan saja, melainkan karena karakter Rudolph yang baik hati dan juga sebagai penolong Santa dalam mengantarkan kado-kadonya. Meskipun ia hanya ada dalam cerita, tapi Rudolph si rusa berhidung merah banyak memberikan contoh baik yang bisa dicontoh oleh Sobat Djadoel. Selamat menikmati liburan natalnya, Sobat Djadoel.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com