Kembang Api, Si Kembang Kebahagiaan


sumber : http://kazegatana.files.wordpress.com/2010/12/fire-works.jpg

KEMBANG Api adalah satu dari sekian banyak hal yang biasanya hadir untuk memeriahkan sebuah perayaan besar. Pada malam tahun baru misalnya, pesta kembang api selalu menjadi acara yang sangat ditunggu-tunggu banyak orang. Keindahan cahaya dan dentuman suaranya mampu membuat suasana pesta menjadi semakin meriah.

Kembang api memang sangat terkenal di dunia terutama di negara-negara barat, banyak sekali orang yang mengembangkan kembang api menjadi berbagai macam bentuk dan warna. Tapi tahukah Sobat Djadoel, konon katanya kembang api yang ada saat ini awalnya dibuat karena ketidaksengajaan seorang koki asal Cina yang mencampur garam peter (kalium nitrat), belerang dan arang kayu menjadi bubuk mesiu. Jika bubuk campuran itu dimasukkan ke dalam batang bambu lalu diberi sumbu dan sumbunya dibakar, maka bambu tersebut akan meledak menghasilkan suara yang sangat keras seperti petasan yang ada saat ini.

Pada masa Dinasti Song (960-1279), wadah bubuk mesiu yang awalnya berupa potongan bambu kemudian diganti dengan gulungan kertas berwarna merah khas Cina. Sejak saat itu petasan mulai menjadi barang yang tak terpisahkan bagi masyarakat Cina, dan selalu ada dalam berbagai perayaan keagamaan, upacara pernikahan dan pesta-pesta lainnya. Bahkan katanya, pabrik petasan pertama di dunia dibangun pada masa Dinasti Song ini.

Meskipun Cina disebut sebagai penemu dari petasan dan kembang api, tapi dalam perkembangannya, Eropa menjadi tempat yang sangat serius mengembangkannya, bahkan teknologi kembang api mengalami peningkatan yang sangat pesat di benua ini. Di Eropa selain digunakan sebagai petasan dan kembang api, bubuk mesiu ini juga dipakai sebagai bahan berbagai keperluan perang seperti untuk roket, meriam dan senjata lainnya.

Bahkan pada masa Renaissance, di Italia dan Jerman dibangun sekolah khusus yang mengajarkan tentang seluk beluk kembang api. Sampai akhirnya muncul istilah Pyrotechnics, yang artinya seni membuat kembang api. Dan seiring berkembangnya zaman, para ahli kembang api telah membuat berbagai macam kembang api dengan aneka warna yang indah ketika dinyalakan pada malam hari.

Di Cina sendiri petasan atau kembang api dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat. Cahayanya menyimbolkan kemeriahan, kebahagian, dan kemenangan. Lalu, di Jepang, terdapat hari khusus untuk acara kembang api. Acara tersebut dikenal dengan festival kembang api Sumidagawa yang diadakan di tepian sungai Sumida, Tokyo, Jepang. Festival kembang api ini diselenggarakan setahun sekali setiap Sabtu, Minggu terakhir di bulan Juli.

Maka tak heran jika kembang api selalu dipakai dalam berbagai kegiatan seperti upacara pernikahan, upacara agama, saat menang perang dan acara-acara penting lainnya. Mungkin dari sinilah kembang api juga mulai digunakan saat pesta tahun baru. Supaya di tahun yang baru kita bisa lebih bahagia dan dijauhkan dari segala sesuatu yang buruk seperti roh jahat. Selamat tahun baru Sobat Djadoel, semoga di tahun baru ini kita semua menjadi lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com