Cap Go Meh


http://cdn.tmpo.co/data/2012/02/11/id_105679/105679_620.jpg

YUAN Xiaojie atau kita lebih mengenalnya dengan Cap Go Meh adalah sebuah perayaan penutup dalam rangkaian perayaan Imlek. Kata Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Hokkien yaitu Cap Go yang berarti lima belas dan Meh yang berarti malam. Jadi Cap Go Meh bisa berarti sebuah perayaan pada malam ke lima belas. Karena memang Cap Go Meh ini selalu jatuh pada tanggal 15 di bulan pertama pada penanggalan Tionghoa.

Di Tiongkok sendiri Cap Go Meh sering disebut dengan Yuan Shiau Ciek, yaitu sebuah acara festival malam bulan satu. Karena memang perayaan Cap Go Meh selalu bertepatan dengan munculnya bulan purnama pertama di tahun yang baru.

Menurut berbagai sumber, Cap Go Meh ternyata memiliki dua versi. Versi pertama adalah Yuan Shiau Ciek yaitu satu di antara festival yang dirayakan sejak Dinasti Xie Han sekitar 206 tahun SM untuk menandakan berakhirnya perayaan tahun baru Imlek. Sedangkan pada masa Dinasti Tung Han sekitar 25 tahun SM, perayaan Yuan Shiau Ciek ini dilaksanakan sebagai cara untuk menghormati Sang Buddha Sakyamuni. Oleh karena itu, Kaisar saat itu, yakni Kaisar Liu Chang juga memerintahkan rakyatnya untuk sembahyang, arak-arakan, dan memasang lampion warna-warni disetiap rumahnya.

Sementara versi yang kedua, Cap Go Meh ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang terjadi pada masa Dinasti Tung Zhou sekitar 770 tahun SM. Pada saat itu para petani selalu memasang lampion pada tanggal 15 di bulan pertama tahun yang baru. Lampion-lampion itu mereka gantungkan di ladang mereka untuk mengusir hama perusak tanaman. Selain itu, perubahan warna api di lampion ini juga bisa mereka gunakan untuk memprediksi cuaca yang akan datang. Apakah akan terjadi kemarau atau terus turun hujan.

Sejak saat itu mereka selalu memasang lampion-lampion itu pada tanggal 15 dan menjadikan Cap Go Meh sebagai hari terakhir sebelum keesokan harinya mereka kembali ke ladang untuk bertani karena sudah masuk musim hujan.

Dalam Cap Go Meh selalu identik dengan berbagai lampion warna-warni. Memasang lampion seakan sudah menjadi kewajiban saat Cap Go Meh tiba. Penggunaan lampion pada acara ini ternyata sudah dimulai sejak Dinasti Han Barat, yaitu sekitar 180 tahun sebelum masehi atau tepatnya saat Kaisar Han Wudi naik tahta. Saat itu Kaisar Han Wudi memutuskan untuk menggelar hari raya lampion pada tanggal 15 pada bulan pertama dalam penaggalan Tionghoa. Ini diambil untuk merayakan penobatannya sebagai kaisar.

Sama seperti dalam berbagai perayaan lainnya, Cap Go Meh juga punya satu makanan khas yang harus ada saat perayaan ini, yaitu Onde-onde. Tradisi makan onde-onde pada perayaan Cap Go Meh ternyata sudah ada sejak masa Dinasti Song, sekitar tahun 1279 masehi.

Ternyata tak hanya lampion dan onde-onde saja yang ada saat perayaan Cap Go Meh, berbagai hiburan juga biasanya ikut meramaikan perayaan ini. Seperti pertunjukan tari singa, tari yangge sampai tarian barongsai.

Cap Go Meh memang sebagai tanda berakhirnya perayaan Imlek, tapi semoga ini bukan menjadi akhir dari kebahagian dan keberuntungan di tahun yang baru ini. Selamat Imlek bagi yang merayakannya.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com