Cerita-cerita Mistis Warga di Pos Pendakian Gunung Ciremai, Kuningan


Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, tingginya kurang lebih 3078 meter dari permukaan laut. Diperlukan waktu enam belas jam untuk mendaki mencapi puncak. Banyak para pendaki yang tertantang untuk menaklukkan puncak gunung Ciremai, akan tetapi medan yang ditempuh cukup berat para pendaki harus melewati banyak jurang.

 

Banyak cerita rakyat tentang gunung yang berasal dari gunung Ciremai, salah satunya cerita rakyat Sunan Gunung Jati pernah bertapa lama di Batu Lingga, mencari makna kehidupan. Salah satu tokoh pendekar wanita, ingin mengikuti jejak Sunan Gunung Jati dengan bertapa di Batu Lingga. Nyi Linggi dengan dua Macan tutul sebagai pengawalnya bertapa di Batu Lingga, akan tetapi Nyi Linggi tidak kuat bertapa disana, Nyi Linggi tewas bersama dengan dua macat tutulnya.

 

Batu lingga merupakan salah satu pos pendakian yang terkenal dengan nama “Pos Pendakian Batu Lingga”. Maman, salah satu pos penjaga pendakian Batu Lingga menceritakan salah satu mitos “ Di tempat itu (Pos Pendakian Batu Lingga), tidak sedikit pendaki dan warga sekitar yang pernah melihat sosok penampakan Nyi Linggi bersama dua macan tutulnya di sekitaran pos pendakian Batu Lingga. Di gunung Ciremai ada 12 pos pendakian, menurut masyarakat sekitar setiap pos pendakian memiliki cerita/mitos masing-masing”.

 

Setiap Pos pendakian memiliki cerita mistis. Contohnya saja di Pos Kuburan Kuda. Pos ini dinamakan Pos Kuburan Kuda karena pada jaman dahulu, sekolompok tentara Belanda pernah mendaki gunung Ciremai dengna menunggangi kuda, karena medan berat. Tentara Belanda ini kelelahan dan akhirnya meninggal, semua tentara Belana kemudian dikuburkan di sekitaran Pos Kuburan Kuda. Petugas setempat mengatakan “Jika tengah malam terkadang terdengar suara kuda di sekitaran tempat pos kuburan kuda”.

 

Kemudian di Pos VI yang terkenal dengan Pos Pengalap, setiap ada yang romobongan pendatang selalu disambut dengan burung jalak hitam dan ribuan tawon, petugas setempat tidak mengerti setiap ada rombongan selalu disambut dua hewan ini, akan tatapi kedua hewan ini tidak pernah menganggu, oleh karenanya petugas tidak mencoba mengusir keberadan mereka.

 

Di Pos Pendakian Bapa Tere (Ayah tiri), pos ini diberi nama demikian karena, jaman dulu ada seorang ayah mengajak anak tirinya mendaki gunung Ciremai, akan tetapi ketika sampai, ayah tersebut membunuh anak tirinya dikarenakan benci. Petugas Pos Pendakian Bapa Tere menceritakan bahwa sosok anak tiri itu kadan muncul ditengah malam.

 

Cerita mistis lainnya “orang yang meninggal secara misterius di Gungung Ciremai pun banyak kejadiannya, contohnya di Batu Lingga, beberapa orang meninggal secara misterius sembari mengeluarkan busa dari mulutnya, sampai sekarang belum ditemukan apa penyebabnya”, kata petugas menceritakan kejadian tahun 1999.

(sumber: Lalakon kuningan - kumpulan sejarah lokal jeung cerita rakyat, diceritakan kembali dengan ke dalam bahasa indonesia)





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com