Sambut Natal Dengan Mengetahui Sejarahnya


Momen Khusus (momsus) Edisi Natal 2012, djamandoeloe.com mengulas sejarah Natal (sumber:foto-djamandoeloe.com)

TAHUN baru tinggal menghitung hari. Semua orang sepertinya telah bersiap untuk berlibur bersama orang-orang tersayangnya. Bagi umat Kristiani, sebelum masuk tahun baru ada momen khusus yang paling ditunggu. Natal. Kata yang identik dengan perayaan keagamaan umat Kristiani ini setiap tahunnya jatuh pada tanggal 25 Desember. Sobat Djadoel tahu enggak asal usul perayaan Natal ini?

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang artinya lahir. Sedangkan secara istilah, Natal mempunyai arti sebagai upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih, yang mereka sebut Tuhan Yesus. Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal sendiri sebenarnya tidak ada dalam Bibel, dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Bahkan hingga saat ini tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan umat kristiani memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Kok bisa sih Natal jatuh pada tanggal 25 Desember?

Sebenarnya Natal sendiri berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno dibawah raja Nimrod/Namrudz (Nimrod adalah keturunan ke-5 dari Nuh. Silsilah lengkapnya adalah Namrudz bin Kan’an bin Kush bin Ham bin Nuh). Nimrod merupakan seorang raja yang cerdas, namun kecerdasannya itu membuatnya bersikap sombong dan mengaku sebagai Tuhan. Ia adalah orang yang berkuasa di Babilonia, yang wilayahnya meliputi Asia Barat dan Timur Tengah. Ia telah berhasil membangun kota-kota besar seperti Babel, Erekh, Akad, Asyur, Niniwe, Rehobot-Ir dan Kalah, ke semua kota itu terletak di tanah Sinear. Namanya juga terkenal karena usahanya membangun menara Babel. Nimrod ini adalah seorang pembangkang Tuhan. Ia juga menjadi pelaku Inchest Pertama di Dunia dengan mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. *Inchest= hubungan seksual yang dilakukan oleh individu didalam sebuah keluarga dengan anggota keluarga lainnya, baik itu ayah dengan anak, ibu dengan anak, kakek denagn cucu, kakak dengan adik.

Setelah Nimrod meninggal, ibunya yang juga sebagai istrinya menyebarkan ajaran Nimrod. Dia menyebarkan ajaran bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya meskipun raganya telah tiada. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh di atas sebatang pohon kayu yang telah mati, membuat Semiramis menjadikan itu sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Dan untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25 Desember, ia menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon Evergreen sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod (mungkin dari sinilah asal usul Pohon Natal). Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai “Anak Suci dari Surga”. Dengan bergantinya zaman, akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini berubah menjadi Dewa Baal, anak Dewa Matahari.

Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tersebut. Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus dilahirkan.

Kemudian pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika kerajaan Romawi menerima masuknya agama baru yang disebut Kristen, mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir. Maka supaya agama Kristen bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus).

Maka pada sekitar tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Di sana juga diputuskan bahwa hari minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada hari Sabtu. Kemudian lambang dewa matahari, yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Dan yang terakhir membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.

Sebenarnya para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Seperti telah ditulis di atas bahwa dalam Alkitab/Bible, tidak ditemukan walau satu ayatpun Tuhan atau Allah maupun Yesus yang memerintahkan untuk merayakan Natal, sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember, adalah perayaan agama Paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani. Itulas sejarah singkat tentang Natal.

Terlepas dari sejarah Natal yang berasal dari agama Paganis (penyembah berhala), pada momen Natal biasanya masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman juga menjadi tradisi di mana Natal tiba.

Seperti kebanyakan hari besar keagamaan yang lain, natal juga identik dengan menu makanan khas natal. Setiap negara punya menu khasnya sendiri-sendiri. Seperti di Inggris, menu wajibnya berupa pudding plum dan ayam kalkun khas Inggris yang disebut Gregor. Di Verona, Italia, FRITTELE menjadi menu khususnya. Frittele terbuat dari beras yang dicampur dengan susu, gula dan dibentuk bulat rata yang diatasnya diberi taburan gula dan vanili atau bisa juga dengan mengolesinya dengan selai kacang atau cokelat. Kalau di Indonesia sendiri biasanya makanan khas natal berupa aneka kue, cake dan roti manis yang berasa buah seperti anggur, kismis, ceri, nenas, apel dan jeruk.

Karena pada dasarnya malam Natal adalah hari raya keagamaan, kebanyakan umat Kristiani pergi ke gereja-gereja untuk berdoa karena pada saat itu hampir setiap gereja mengadakan perayaan. Orang-orang memperhatikan gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus lahir, dengan patung-patung Yesus, Maria, Yosef, gembala-gembala dan hewan-hewan) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal.

Momen Natal juga merupakan saat di mana orang Amerika menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang yang kurang beruntung. Mereka mengirimkan uang ke rumah sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu fakir miskin. Natal secara tradisi merupakan saat untuk menghentikan segala macam pertempuran dan pertikaian.

Natal merupakan hari besar bagi umat Kristiani, semoga dengan adanya momen ini mampu memberikan kedamaian bukan hanya bagi umat Kristiani saja tapi juga bagi Sobat Djadoel semua dan mampu menjadikan kita lebih bertoleransi dalam hal bergama. Merry Chirstmas bagi Sobat Djadoel yang merayakan. smiley





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com