Berbagai Kisah Tentang Sinterklas, Si Baik Hati


Ilustrasi perawakan sinterklas (sumber:http://us.123rf.com)

HOHOHO...suara ciri khas yang biasanya terdengar dari pria berjagut putih dengan pakaiannya yang serba merah itu kehadirannya sangat ditunggu oleh anak-anak kecil pada saat Natal tiba. Memasuki Desember, tak hanya orang dewasa yang semangat menyambut kedatangan hari raya Natal dan mempersiapkan segalanya. Akan tetapi, anak-anak kecil pun tak kalah antusiasnya menyambut hari raya Natal karena mereka tak sabar ingin segera bertemu dengan pria berjagut putih tersebut. Siapakah dia? Sobat Djadoel pasti sudah tahu siapa dia, Sinterklas, hohoho.

Menurut banyak cerita, pada malam Natal, Sinterklas ini menaiki kereta salju yang penuh dengan hadiah. Kereta tersebut ditarik oleh delapan ekor rusa kutub yang kemudian terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Oleh karena itu pada zaman dulu saat Natal tiba anak-anak kecil sibuk mempersiapkan kaus kaki untuk nanti digantungkan di atas perapian sebagai tempat hadiah dari Sinterklas. Nah, kalau zaman sekarang anak-anak kecil sudah sedikit sekali yang masih melakukan hal tersebut. Meski demikian, kehadiran Sinterklas tetap dinantikan oleh anak-anak.

Sinterklas atau dalam bahasa lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy, Santa, sebenarnya adalah tokoh dalam berbagai budaya yang menceritakan tentang seorang yang memberikan hadiah kepada anak-anak, khususnya pada Hari Natal. Sinterklas digambarkan secara tradisional, mengenakan jubah uskup berwarna merah dan sering dibantu oleh anak yatim kecil.

Konon pada zaman dulu, ia berusaha untuk membantu seseorang dari sebuah atap rumah dengan menjatuhkan sekantung uang melalui cerobong asap. Dan sangat kebetulan uang tersebut jatuh ke dalam kaos kaki anak si pemilik rumah yang sedang digantungkan di atas perapian untuk dikeringkan. Rupanya hal ini diketahui oleh si pemilik rumah. Sejak saat itu timbul kepercayaan bahwa Sinterklas selalu datang melalui cerobong asap di waktu tengah malam dan memberi hadiah untuk anak-anak dengan menyimpan hadiahnya tersebut di dalam kaos kaki atau di bawah pohon Natal.

Adapun kisah lainnya yang mengatakan kalau sinterklas berasal dari tokoh dalam sebuah cerita rakyat Eropa, yakni Santo Nikolas dari Myra. Dia adalah orang Yunani yang lahir di kota Patara pada abad ke tiga Masehi dan kemudian tinggal di Myra, Lycia. Kota tersebut sekarang menjadi bagian dari Demre, Turki. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Kristen yang bernama Epiphanius dan Johanna.

Santo Nikolas menjadi inspirasi utama sebagai figur Sinterklas bagi orang Kristen. Dia adalah uskup Myra di Lycia pada abad ke 4. Ia ditahbiskan menjadi pastor pada usia 18 tahun di Katedral oleh pamannya. Karena ia mempunyai sifat belas kasih yang besar untuk membela umat dan fakir miskin, akhirnya ia diangkat menjadi uskup. Dia terkenal akan kebaikannya memberi hadiah bagi orang miskin dan juga sangat religius, bahkan dari sejak kecil ia curakhan hidupnya demi agamanya.

Nikolas menghabiskan sisa hidupnya di Myra untuk memerhatikan orang yang sakit, merawat yatim piatu, dan melindungi orang miskin dari pemeras-pemeras dan mempertahankan hak-hak legal orang Yahudi. Ia meninggal tahun 343 M dan dijadikan orang suci.

Walaupun Sinterklas merupakan gambaran dari seorang uskup gereja Katolik, sebenarnya Paus sendiri tidak yakin akan kebenaran kisah tentang Sinterklas. Karena pada kenyataannya lebih banyak dongeng dan cerita fiksi yang dibuat mengenai Sinterklas, bahkan juga tercampur dengan berbagai kepercayaan dan budaya. Sehingga pada tahun 1970 Vatikan mencoret nama Sinterklas dari daftar orang-orang suci, hal ini mengakibatkan banyak protes yang berdatangan. Dan akhirnya Vatikan memberikan kelonggaran dan kebebasan untuk memilih apakah Sinterklas termasuk orang suci atau bukan yang diserahkan kepada diri masing-masing, tetapi secara resmi Sinterklas bukan termasuk orang yang dianggap suci lagi.

Nah, djamandoeloe.com juga menemukan cerita lainnya yang mengatakan sinterklas awalnya bukan sosok gemuk berbaju merah dan mengendarai rusa terbang. Di Amerika, sosok Sinterklas ini dipanggil dengan Santa Klaus adalah gabungan multi budaya yang memadukan unsur cerita rakyat dengan fantasi. Santa Klaus dan Sinterklas itu agak berlainan dari segi pakaian maupun bentuk tubuhnya. Karakter Santa Klaus merupakan ciptaan dari manajer hubungan masyarakat perusahaan minuman Coca Cola, meskipun asal-usulnya dari Sinterklas juga. Demi meningkatkan penjualan dari Coca Cola, mereka menciptakan figur Santa Klaus sebagai reklame dalam strategi marketing mereka. Dan strategi itu terbilang sangat sukses. Hingga sekarang Sinterklas yang kita kenal tersebut berupa sosok Santa Klaus yang gemuk dan berbaju merah dengan janggut putih yang panjang.

Kalau kisah Sinterklas di Jerman berawal dari cerita rakyat Jerman tentang kisah Dewa Odin (sebelum masuknya Kristen ke Jerman). Setiap tahunnya pada perayaan Yule, rakyat Jerman melakukan pesta perburuan yang dibimbing oleh dewa-dewa dan prajurit yang mati dalam dunianya. Kemudian anak-anak akan menaruh sepatunya yang diisi oleh wortel, jerami atau gula di dekat cerobong asap yang nantinya akan dimakan oleh kuda terbang Odin, Sleipnir. Kemudian Odin akan memberi hadiah kepada anak-anak itu sebagai ganti dari kebaikannya memberi makan Sleinir.

Setelah masuknya Kristen ke Jerman kemudian kisah tersebut digabungkan dengan perayaan Santo Nikolas. Sehingga anak-anak masih menaruh sepatu yang diisi jerami dan disimpan di cerobong asap setiap malam pada musim dingin. Mereka berharap Santo Nikolas akan memberi mereka permen dan hadiah-hadiah. Odin sendiri digambarkan cukup mirip dengan Santo Nikolas yaitu orang tua yang misterius dengan janggutnya yang panjang.

Kisah mengenai sejarah Sinterklas itu sangat beragam, kisahnya berkembang menurut waktu dan tempat masing-masing budaya masyarakat itu sendiri. Mungkin yang djamandoeloe.com tuliskan ini baru sebagian kecil sejarah Sinterklas dari beberapa Negara saja. Namun, yang pasti hingga saat ini Sinterklas tetap dikenal sebagai sosok yang popular dan juga baik hati. Kemurahan hati dan kasihnya kepada anak-anak dan ke setiap orang menjadikan kisahnya terus berkembang sehingga tidak hilang dalam legenda Sinterklas. Dan yang perlu dicontoh dari Sinterklas ialah pada saat memberi hadiah ia selalu berusaha agar tidak terlihat atau diketahui oleh si penerima. Seperti yang sering dikatakan banyak orang “kalau tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu”. Ok, Sobat Djadoel, selamat merayakan hari raya Natal.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com