Permen Susu Cap Kelinci


Permen Susu Cap Panda. (sumber foto: djamandoeloe.com)

ADA yang masih ingat dengan permen susu pada gambar di samping?

Permen susu yang zaman dulu sangat populer di kalangan anak-anak maupun dewasa ini memiliki lapisan bening seperti bungkusan dari bahan plastik. Dan Sobat Djadoel yang kenal dengan permen tersebut pasti sudah tahu kalau lapisan bening tersebut bisa dimakan. Hmmm, yummy, lapisan bening tersebut lumer saat dimasukkan ke dalam mulut. Lapisan bening yang super tipis tersebut menambah cita rasa dari permen susunya itu sendiri.

Selain rasa susunya yang terasa kental di lidah, rasa lapisan bening yang eksotis itu pun menjadi pilihan banyak orang untuk mencobanya. Salah satu permen legendaris di era tahun 1990-an itu bernama Permen Susu Cap Kelinci. Namun sayang, pada tahun 2000-an, permen ini sempat ditarik dari peredaran oleh pemerintah karena diduga permen tersebut terkontaminasi melamin (bahan dasar pembuat plastik). Jadi, kala itu sempat ramai berita bahwa melamin tersebut dicampur ke dalam susu secara berbahaya atau ilegal untuk meningkatkan kandungan protein secara palsu dalam kandungan makanan.

Sejak saat itu, permen susu Cap Kelinci mulai susah didapatkan. Setelah permen susu tersebut menghilang dari perederan dan dicari banyak orang, akhir-akhir ini mulai banyak toko-toko yang menjual jajanan-jajanan zaman dulu (jadul) lagi, salah satu yang dijualnya adalah permen susu itu. Akan tetapi, sekarang nama permen susunya bukan lagi permen susu Cap Kelinci melainkan Cap Panda. Kendati demikian, rasanya masih tetap sama seperti permen susu Cap Kelinci. Dan katanya sih bahan-bahannya sudah dijamin aman, enggak berbahaya lagi seperti dulu.

Kini sudah banyak permen susu lainnya, tetapi hanya beberapa yang memiliki lapisan bening yang bisa dimakan. Permen tersebut hingga sekarang tetap menjadi primadona bagi banyak orang. Djamandoeloe.com beruntung, kemarin baru saja dapat gratis dari salah satu tempat makan yang ada di Bandung. Ada yang mau permen susu ini? hehehe.

 

 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com