Berbatik-batik Ria Yuk, Sobat Djadoel


SOBAT Djadoel, gimana nih gaya Teh Lulu pakai batik, sudah ok belum? Yang lainnya pada pakai batik juga enggak nih? Wah, jangan-jangan ada Sobat Djadoel yang lupa pakai batik nih atau bahkan enggak tahu kenapa sekarang banyak warga Indonesia yang mengenakan batik?

Hmmm…kalau gitu djamandoeloe.com mau ngasih tau kalian para Sobat Djadoel yang masih terheran-heran dan bertanya-tanya memangnya hari ini ada apa sih kok banyak yang pakai batik. Nah, jadi kenapa di tanggal 2 Oktober ini banyak orang yang mengenakan batik, karena tanggal tersebut merupakan tanggal untuk memperingati Hari Batik Nasional. Hari Batik Nasional ini ditetapkan oleh the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 dan didukung dengan terbitnya Keppres No. 33 Tahun 2009.

Karena di tanggal 2 Oktober ini kita sedang memperingati Hari Batik Nasional, jadi djamandoeloe.com ingin ulas sedikit nih tentang batik pada mulanya. Kata batiknya sendiri berasal dari bahasa Jawa, dari kata amba yang berarti menulis, dan dari kata titik. Berbanggalah para Sobat Djadoel dalam mengenakan batik karena batik merupakan karya asli Indonesia yang berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII. Dan kalau zaman dulu itu enggak sembarangan orang boleh mengenakan batik, hanya untuk kalangan keratin.

Batik sendiri berkembang sejak zaman kerajaan Majapahit dan masa-masa awal persebaran Islam di tanah Jawa. Batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataran, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kala itu, batik bersifat eksklusif atau terbata, yakni hanya dibuat dan dikenakan dalam Keraton untuk pakaian raja beserta keluarga dan para pengikutnya. Karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar Keraton maka kesenian batik ini pun dibawa oleh mereka keluar Keraton dan dikerjakan di daerahnya masing-masing. Lambat laun, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan kemudian semakin meluas sehingga batik yang tadinya hanya pakaian keluarga Keraton, kini dapat dikenakan oleh siapa pun.

Secara historis, batik ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu, motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun, seiring perkembangan zaman maka batik pun turut berkembang. Batik mulai ditulis dan dilukis di atas kain putih hasil tenunan sendiri. Dan bahan-bahan pewarna yang dipakai untuk membatiknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri. Lalu, corak-corak lukisannya pun semakin berkembang tak hanya bentuk binatang dan tanaman, misalnya abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang, dan sebagainya.

Khazanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisonal dengan ciri khasnya masing-masing. Bahkan, yang ramai sekarang di kalangan para pria adalah kemeja batik dengan paduan logo tim sepak bola kesayangannya ataupun corak lainnya, kayak baju yang dipakai sama Teh Lulu nih. Selamat Hari Batik Nasional ya sobat Djadoel.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com