Wayang, Asli Indonesia!


wayang kulit kebudayaan asli Indonesia (sumber:suaramerdeka.com)

 

SIAPA yang tak kenal dengan OVJ (Opera Van Java)? Rasanya salah satu acara televisi swasta yang satu ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena acara ini hampir setiap hari tayang pada waktu prime time. OVJ merupakan acara komedi yang menampilkan seorang dalang sebagai pengatur cerita dan beberapa orang menjadi wayang untuk memerankan ceritanya. Mungkin ini bisa disebut sebagai pertunjukan wayang orang modern atau kontenporer. Tapi jelas terlihat bahwa acara itu tidak lepas dari unsur pertunjukan wayang klasik, di mana terdapat dalang, wayang, sinden, dan juga gamelannya.

Kata Wayang sendiri merujuk pada suatu seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Tidak hanya di Pulau Jawa, sebenarnya seni wayang sendiri telah menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia. Wayang dikenal di bumi nusantara sejak 1500 tahun sebelum Masehi. Zaman dulu wayang dijadikan gambaran roh jahat dan roh baik yang kemudian disembah oleh penganut kepercayaan animisme. Seiring berjalannya waktu wayang sendiri perlahan menjadi sarana untuk berbagai kegiatan sosial seperti media hiburan dan syiar agama.

Pertunjukan wayang ini termasuk seni pertunjukan boneka, dan pertunjukan yang menggunakan boneka sendiri tidak hanya ada di Indonesia tapi juga ada di negara lain. Namun, pertunjukan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikan tersendiri yang membuat wayang bisa disebut sebagai maha karya asli dari Indonesia.

Sudah beratus-ratus tahun wayang menjadi media hiburan dan tuntunan bagi masyarakat Indonesia. Pertunjukannya terus hidup dan bertahan sampai sekarang hingga menjadi salah satu kesenian tradisional yang masih digandrungi berbagai lapisan masyarakat. Kita bisa menemukan berbagai macam wayang yang ada di Nusantara ini, mulai dari Wayang Kulit khas daerah Jawa, Wayang Golek khas daerah Sunda (Jawa Barat), Wayang Orang, hingga Wayang yang terbuat dari rumput. Bahkan djamandoeloe.com pernah melihat wayang yang terbuat dari daun singkong.

UNESCO sendiri mengakui wayang sebagai “World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada 7 November 2003. Wayang di Indonesia selain masih mempertahankan pakem cerita dan bentuk wayang klasik, ada juga beberapa seniman yang memodifikasi seni pertunjukan ini. Contohnya bisa dilihat pada Wayang Hip-Hop, wayang ini hasil kolaborasi wayang orang dengan musik hip-hop yang digandrungi anak muda masa kini. Atau wayang multimedia, ini merupakan hasil gabungan pentas wayang dengan elemen-elemen modern seperti dunia sinema, musik, dan tata cahaya yang canggih. Tak perlu jauh-jauh, kita juga bisa melihat OVJ, itu merupakan hasil modifikasi dari seni pertunjukan wayang klasik.

Saat ini anak muda Indonesia lebih tertarik pada budaya barat dibanding budaya tanah kelahirannya. Oleh karena itu, kita harus tetap berusaha untuk melestarikan seni pertunjukan wayang ini. UNESCO saja sudah mengakui bahwa wayang sebagai budaya bangsa Indonesia yang kita warisi dari leluhur, maka sudah seharusnya kita sebagai ahli waris dari negara ini tetap menjaga dan melestarikannya dengan baik. Karena bisa dipastikan wayang sendiri dapat mengangkat citra, harkat dan martabat bangsa dalam forum dunia. Kita harusnya bangga wayang diakui oleh dunia Internasional sebagai budaya asli Indonesia karena sampai saat ini hanya terdapat 28 warisan budaya di dunia yang diakui sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Oleh karena itu, pengakuan ini sangat bermakna bagi kehidupan kebudayaan di Indonesia. So, tak ada salahnya ikut melestarikan kebudayaan bangsa.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com