Koala-la, Kapas Manis yang Yummy


Permen Kapas Koala-la (sumber foto: djamandoeloe.com)

BENTUKNYA kayak kapas tapi bisa dimakan. Nah lho apa coba? Hehe…  Permen yang enggak berbentuk seperti permen ini di era 1990-an adalah primadonanya anak-anak. Tapi sebenarnya enggak cuman anak-anak saja sih yang suka sama si permen berbentuk kapas ini, orang dewasa pun banyak yang menyukainya.  Bentuk dan rasanya memang unik, lembut seperti kapas namun ketika sudah masuk mulut hmmm manisnya langsung lumer dalam sekejap, yummy.

Ciri khas lain dari permen kapas ini adalah bungkusnya yang bergambar binatang koala serta nama mereknya yang mudah dihafal anak-anak, yakni Koala-la. Permen kapas ini muncul dipasaran sekitar tahun 1993. Namun, kepopulerannya sempat meredup di tahun 2000-an karena semakin banyak jenis-jenis permen yang baru. Dan sekarang hampir di beberapa toko kecil atau besar permen koala-la ini mulai hadir kembali dengan berbagai varian rasa seperti rasa apel, jeruk, lemon, strawberry, melon, dan koya. Kehadirannya itu mengobati rindu para penikmat permen kapas.

Sebenarnya, permen kapas bukan hanya Koala-la karena keberadaan permen kapas semacamnya sudah ada sejak seratus tahunan yang lalu. Akan tetapi, orang-orang lebih mengenalnya arumanis. Yang membedakan arumanis dengan permen Koala-la adalah bungkus serta teksturnya. Koala-la dibungkus dengan plastik alumunium foil dan teksturnya lebih lembut dari pada arumanis. Sedangkan arumanis kebanyakan dijajakan di kaki lima menggunakan gerobak.

Pada dasarnya arumanis dan permen Koala-la terbuat dari gula serta diberi pewarna makanan. Namun, arumanis dibuat menggunakan sebuah mesin yang di bagian tengah mesinnya terdapat sebuah wadah kecil untuk dimasukkan gula sekaligus pewarna makanannya. Di dekat tepian wadah tersebut terdapat sebuah pemanas untuk mencairkan gulanya, kemudian diputar melalui lubang-lubang kecil dan hasilnya dipadatkan oleh udara. Gula-gula itu akan berubah bentuk menjadi seperti kapas lalu digulung menggunakan batang plastik. Yang pasti, arumanis dan permen kapas Koala-la memiliki rasa yang tak jauh berbeda dan keduanya sama-sama digemari anak-anak juga orang dewasa.

Oh ya, djamandoeloe.com juga mau mengulas sedikit tentang beberapa fakta menarik dari permen kapas ini. Jadi ternyata, mesin untuk membuat permen kapas pertama kali ditemukan dan dipatenkan pada tahun 1899 oleh William Morrison, John Wharton, Thomas Patton, dan Josef Delarose. Uniknya, dua di antara empat orang itu adalah dokter gigi.

Permen kapas atau juga biasa disebut cotton candy mulai dikenal sejak djual di World’s Fair pada tahun 1904 di St. Louis. Saat itu terjual 68.665 boks cotton candy dengan harga masing-masing 25 sen. Dan saat itu, jumlah pendapatan untuk penjualan cotton candy terbilang sangat besar, yaitu mencapai 17.164 dollar AS. Karena popularitas permen kapas yang begitu mendunia, masyarakat Amerika Serikat merayakan National Cotton Candy Day yang jatuh setiap tanggal 7 Desember.

Dan fakta lain mengenai permen kapas ini adalah namanya yang berbeda di berbagai negara. Di Indonesia sendiri ada yang menyebutnya permen kapas, arumanis bahkan gulali. Di Inggris dan Irlandia, orang lebih mengenal dengan nama candy floss. Sementara di Yunani dikenal dengan nama yang berarti rambut nenek. Begitulah sekilas mengenai permen kapas yang djamandoeloe.com bisa berikan kepada Sobat Djadoel. Selamat bernostalgia dengan permen kapas.laugh





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com