Kebiasaan Melempar Gigi yang Tanggal Ke Atas Genting


mang ubed karakter orginial djamandoeloe.com sedang bingung dengan giginya yang copot (sumber:http://djamandoeloe.com)

MASIH ingatkah dengan film Tooth Fairy yang diperankan oleh Dwayne Johnson atau biasa dikenal dengan The Rock di arena gulat? Atau mungkin ada yang belum pernah menonton filmnya ya? Hehe. Djamandoeloe.com akan menceritakan sedikit tentang film Tooth Fairy untuk sekadar mengingatkan kembali kisah tersebut. Jadi, dalam film ini Dwayne berperan sebagai Derek Thompson, seorang pemain hoki yang mendapat julukan The Tooth Fairy karena kegemarannya bermain kasar, menabrakkan dirinya ke lawan bahkan sampai mengompongkan gigi mereka.

Dalam film itu, Dwayne berperan sangat menyebalkan. Kelakuannya yang seringkali menyebalkan itu suatu hari terkena getahnya. Setelah mengatakan bahwa ia tidak percaya pada adanya peri gigi, ia disihir dan dipanggil menuju ke dunia para peri gigi. Di sana, ia dihukum untuk menjadi seorang peri gigi selama dua minggu atas kelakuannya selama ini.

Namun, yang akan djamandoeloe.com bahas kali ini bukanlah review dari film Tooth Fairy itu sendiri melainkan akan membahas tentang mitos peri gigi. Di negara Barat, banyak anak-anak yang percaya akan keberadaan peri gigi tersebut. Mereka percaya bahwa jika  menyimpan gigi mereka yang tanggal di bawah bantal, peri gigi akan mengganti gigi tersebut dengan hadiah uang atau kado kecil lainnya.

Di Amerika, mitos tentang peri gigi ini beredar pada abad ke-19 dan masih populer sampai sekarang. Di sana orang-orang menyebut peri gigi dengan sebutan Tooth Fairy seperti judul film yang dimainkan Dwayne. Khusus di Meksiko, Tooth Fairy ini justru berwujud tikus dan dikenal sebagai Mouse Fairy. Mitos tentang si peri gigi berwujud tikus itu diawali sebuah dongeng Perancis berjudul La Bonne Petite Souris. Dalam dongeng tersebut dikisahkan seorang peri yang menjadi tikus untuk membatu Sang Ratu Adil untuk mengalahkan Sang Raja Nan Dzalim. Tikus kecil ini bersembunyi di bawah bantal, menunggu si Raja tertidur pulas lalu menghajarnya sampai semua giginya rontok.

Mitos-mitos tersebutlah yang membuat anak-anak kecil di negaranya menyimpan gigi yang tanggal di bawah bantal. Akan tetapi, ritual seputar gigi tanggal itu juga ditemukan di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Amerika atau Meksiko. Misalnya di abad pertengahan Eropa, masyarakatnya biasa mengubur gigi susu anak-anak mereka di dalam tanah agar tidak ditemukan penyihir jahat yang dapat mengutuk mereka.

Sementara, di Korea dan Vietnam, gigi susu atas yang tanggal biasanya dikubur di bawah tanah sedangkan gigi susu bawah dilempar ke atap rumah sambil meneriakkan permohonannya agar gusinya yang sekarang ompong segera ditumbuhi gigi baru. Tradisi yang dilakukan di Indonesia tak jauh berbeda dengan masyarakat Korea dan Vietnam. Hanya di Indonesia, jika gigi susu atas yang tanggal tidak dikubur di bawah tanah tetapi dibuang ke selokan dan tidak sambil meneriakkan permohonannya. Dan katanya kalau tradisi tersebut tidak dilakukan, gigi yang tanggal tidak akan kembali tumbuh. Padahal kenyataannya, gigi susu yang tanggal pasti akan digantikan dengan gigi dewasa yang baru ^^

Begitulah beberapa tradisi dan mitos yang beredar seputar gigi susu dan kepergiannya yang akan segera digantikan dengan gigi dewasa. Apa masih ada Sobat Djadoel yang melakukan tradisi ini? Hehe.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com