Kenal Bandung? Kenal Gua Pawon Juga Dong


sumber foto: (djamandoeloe.com)

 

SERING main ke kota Bandung, tapi bosen dengan wisata yang itu-itu aja? Eits tunggu dulu, djamandoeloe.com punya referensi baru buat Sobat Djadoel. Coba deh berwisata alam sekaligus wisata sejarah ke Gua Pawon. Lokasi Gua Pawon ini sekitar 25 km ke arah barat dari pusat kota Bandung.

Indah, eksotis dan misterius. Mungkin itulah kesan yang akan didapat ketika kita mengunjungi gua yang satu ini. Gua Pawon merupakan sebuah situs purbakala yang terletak di daeah Padalarang, tepatnya di Ds. Gunung Masigit, Kec. Cipatat Padalarang, Kab. Bandung Barat. Sebenarnya apa istimewanya gua ini sehingga pantas untuk dikunjungi? Bagi orang Sunda gua ini sangat penting, karena di gua ini pernah ditemukan kerangka manusia purba yang konon katanya adalah nenek moyang orang Sunda.

Disebut Gua Pawon karena lokasi temuan kerangka manusia tersebut berada di dalam gua kars yang terletak di sisi tebing bukit kars Gunung Masigit. Pawon sendiri dalam bahasa Sunda berarti dapur.

Gua Pawon terletak 601 m di atas permukaan laut dan berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur. Pada zaman dahulu tempat ini merupakan tepian Danau Bandung Purba. Gua Pawon sendiri memiliki panjang 38 m dan lebar 16 m, sedang tinggi atap guanya tidak dapat diketahui secara pasti karena pada saat ditemukan bagian atap gua sudah runtuh.

Sedangkan lantai gua hanya tersisa sebagian kecil saja di sisi barat, karena lantai gua bagian tengah sudah tertimbun oleh bongkahan runtuhan atap dan sebagian besar sudah tererosi sehingga membentuk lereng yang cukup terjal. Gua seluas 300 meter persegi lebih ini terdiri dari beberapa rongga, seperti kamar dan juga beberapa jendela alami yang besar.

Bila kita akan melihat tempat di mana manusia purba ditemukan, kita harus melewati jalur yang menyerupai labirin. Tapi jangan khawatir untuk melewati jalur ini, karena gua ini cukup terang oleh sinar matahari. Situs kerangka tempat manusia purba ditemukan berada tepat di sisi utara gua dan dipagari. Di sana kita bisa menemukan sosok berupa tulang manusia yang sedang meringkuk, tapi itu bukan kerangka yang aslinya melainkan sebuah replika. Karena yang aslinya sudah dipindahkan ke kantor Balai Arkeologi Bandung di Cileunyi, itu juga hanya tinggal tengkorak dan rahangnya saja karena sisanya sudah hancur dan sudah rapuh.

Temuan rangka manusia di dalam Gua Pawon itu dinamakan Manusia Pawon, berdasarkan ciri fisik (tengkorak) termasuk ras Mongoloid. Dari hasil eskskavasi terakhir ditemukan sisa-sisa rangka manusia yang mewakili empat individu, dan diberi nomor urut RI, RII, RIII, dan RIV. Rangka-rangka tersebut mewakili periode budaya yang berbeda. Analisa umur yang dilakukan berdasarkan unsur karbon (carbon dating), “Manusia Pawon” ini hidup antara 5600 – 9500 tahun yang lalu.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh A.C. De Yong dan G.H.R. Von Koenigswald pada tahun 1930-1935, di gua ini juga pernah ditemukan alat-alat budaya masa lalu dari zaman Preneolitik dengan bahan obsidian, kalsidon, kwarsit, rijang dan andesit yang berupa anak panah, gelang batu, penyerut, batu asah dan pisau. Sedangkan hasil ekskavasi pada tahun 2003 dan 2004, di sana ditemukan berbagai bentuk artefak berupa pecahan keramik, spatula, gerabah, dan sisa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang dan gigi ikan yang mencirikan keberadaan situs tersebut di masa lalu. Hal itu menunjukkan Gua Pawon ini pernah dijadikan hunian oleh manusia prasejarah di masa lampau.

Namun sayangnya Gua Pawon sebagai sebuah tempat wisata kalah populer dengan tempat-tempat wisata modern di sekitar Bandung. Bahkan dibandingkan dengan Kawah Putih dan Gunung Tangkuban Perahu saja masih kalah populer. Jadi bagi Sobat Djadoel yang tinggal di daerah Bandung ataupun yang sering berkunjung ke Bandung, tak ada salahnya mencoba mengunjungi gua yang satu ini. Selain mata kita dimanjakan dengan pemandangan pegunungan yang hijau, pengetahuan kita tentang sejarah juga akan bertambah.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com