Maulid Nabi Muhammad SAW


Sumber foto: http://ustadchandra.wordpress.com/2011/09/22/kaligrafi-muhammad-saw/kaligrafi-muhammad-saw-sumber-fb-2/

 

PADA kalender Hijriyah, bulan Rabiul Awal di tahun 2013 jatuh pada bulan Januari, di mana pada bulan ini terdapat sebuah perayaan besar bagi umat Islam, yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebanyakan orang Indonesia menyebut perayaan ini dengan Maulid Nabi atau ada juga yang menyebutnya Mauludan. Dalam bahasa Arab kata Maulid ini berarti hari lahir, maka Maulid Nabi bisa diartikan sebagai sebuah perayaan terhadap hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi merupakan sebuah tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini juga merupakan sebuah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepadanya. Diperkirakan perayaan Maulid Nabi pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Di mana Abu Said ini merupakan seorang gubernur dari daerah Irbil di Irak.

Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa ide untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Peringatan Maulid Nabi pada saat itu bertujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin yang saat itu sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.

Lalu, ada pula yang menyatakan bahwa perayaan maulid ini dimulai di Mesir pada masa dinasti Daulah Fathimiyah, sekitar akhir abad keempat Hijriyah. Hal ini didasari dari apa yang tertulis pada kitab Al A’yad wa Atsaruha alal Muslimin karya Dr. Sulaiman bin Salim As Suhaimi pada halaman 285-287. Versi lainnya juga menyebutkan bahwa perayaan Maulid dimulai sekitar tahun 604 H oleh Malik Mudaffar Abu Sa’id Kukburi.

Setiap tahunnya, Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam pengkalenderan Hijriyah. Karena mereka percaya bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal di tahun gajah. Dalam menyambut Maulid Nabi, pada umumnya masyarakat muslim di Indonesia mengadakan perayaan-perayaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji, dan tentunya mengadakan pengajian. Karena dalam penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal ini disebut bulan Mulud, maka masyarakat Jawa biasa menyebut perayaan ini dengan Mauludan. Di mana pada acara Mauludan ini selain perayaan keagamaan juga ada permainan seni gamelan.

Sedangkan di dunia, sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah juga ikut merayakan Maulid Nabi. Tapi diantara Muslim Sunni dan Muslim Syiah terdapat perbedaan tanggal dalam merayakan Maulid Nabi ini. Muslim Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan muslim Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, di mana pada tanggal 17 Rabiul Awal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Imam Ja'far ash-Shadiq, beliau adalah Imam Syiah yang keenam.

Maulid Nabi ini selalu dirayakan oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia. Selain dirayakan di Negara yang penduduknya mayoritas Muslim, Maulid Nabi juga dirayakan di banyak Negara yang penduduk muslimnya menjadi minoritas seperti di India, Inggris, Rusia dan Kanada.

Di samping banyaknya masyarakat muslim dunia yang merayakan Maulid Nabi, terdapat  pula beberapa kaum ulama yang yang tidak ikut merayakan Maulid ini. Seperti ulama yang berpaham Salafi dan Wahhabi. Mereka tidak merayakan Maulid karena mereka beranggapan bahwa perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah bid'ah. Karena fakta yang sesungguhnya dari kehidupan Rasulullah, tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau pada tiap ulang tahun kelahirannya melakukan ritual tertentu. Bahkan dalam sejarah, para shahabat beliau pun tidak pernah mengadakan ihtifal (seremoni) secara khusus setiap tahunnya untuk merayakan hari kelahiran Rasulullah.

Namun, ada pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid'ah, karena peringatan ini merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Asalkan dalam perayaannya masih sesuai dengan syariat Islam.

Perbedaan pendapat memang hal yang lumrah, karena perbedaan pandangan sudah pasti ada dan tidak akan pernah ada habisnya. Akan tetapi, tidak ada salahnya bagi kita untuk merefleksikan dan mempelajari keteladanan Nabi Muhammad SAW guna menjadi panduan dalam menjalani kehidupan ini. Karena kelahiran Rasulullah ke dunia ini merupakan sebuah rahmat yang seharusnya membuat kita menjadi umatnya yang selamat. Bagi Sobat Djadoel yang beragama Islam, semoga di hari Maulid Nabi ini Sobat Djadoel tidak hanya sekadar memperingati tetapi juga bisa mengamalkan serta mempraktekkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com