BP, Mainan Jadul Yang Menyenangkan


(sumber foto: www.vemale.com)

BP bukan Bambang Pamungkas, tapi Bongkar Pasang. Nah loh mau Bongkar Pasang apa nih djamandoeloe.com? hehe. Sekarang djamandoeloe.com mau bernostalgia dengan si BP ini, mainan zaman dulu yang sekarang mungkin sudah jarang ditemukan. Kalau Sobat Djadoel masih ingat, dulu mainan ini banyak dijual di tukang aromanis yang suka berkeliling. Memang yang memainkan BP kebanyakan anak perempuan tapi jangan salah, anak laki-laki pun ada yang suka memainkannya bahkan mengoleksinya.

BP atau Bongkar Pasang adalah mainan zaman dulu yang terbuat dari kertas. Dinamakan Bongkar Pasang karena mainan ini memang bisa dibongkar pasang dan istilah ini juga jelas tertulis dalam lembaran kertasnya, yakni tertulis kata BP (Bongkar Pasang) di ujung kiri atas kertas. Jadi, dalam satu set kertas yang agak tebal itu terdapat sebuah gambar dua dimensi berbentuk orang, baju, bahkan aksesoris serta peralatan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya dalam satu set kertas tersebut terdiri dari dua atau tiga tokoh dilengkapi dengan pakaian dan aksesorisnya. Dan setiap satu set kerta itu terdapat temanya masing-masing.

Sebelum memainkannya, pemain menggunting tokoh serta pakaian dan aksesorisnya terlebih dahulu. Setelah itu, barulah pakaian-pakaian dan aksesorisnya bisa dikenakan ke tokoh yang dipilih si pemain. Cara mengenakannya dengan mengaitkan pakaian kertas itu kepada badan si tokoh yang juga terbuat dari kertas. Dalam permainan ini, anak-anak yang memainkannya berperan seperti dalang dalam sebuah wayang karena mereka harus membuat sebuah cerita dalam permainan tersebut. Biasanya, anak-anak dengan sendirinya akan membuat ceritanya masing-masing sesuai kreatifitas mereka dan kesepakatan bersama.

Mainan ini muncul pertama kali di Paris pada abad 18, yaitu pada masa pemerintahan Raja Louis XV. Awalnya berupa gambar artis yang sedang populer pada waktu itu. Dan permainan ini memang untuk di bongkar pasang alias tidak permanen. Dalam perkembangannya permainan ini pun menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai karakter seperti, bintang film, tokoh komik, dan yang paling populer adalah sosok boneka barbie. Permainan ini cepat populer karena sangat mudah dibuat, tidak perlu keahlian khusus dalam merakitnya, dan yang pasti murah, tidak seperti harga barbie yang belum tentu semua anak bisa memilikinya. Di dunia permainan ini dikenal dengan boneka kertas atau paper doll. Kalau di Indonesia, selalin dikenal dengan BP, namun ternyata ada juga yang menyebutnya putren atau permainan putri, wong-wongan, orang-orangan, BP mini, omah-omahan, rok-rokan, dan lain sebagainya.

Serunya dalam bermain ini, si pemain bebas berekspresi. Selain mereka membuat ceritanya sendiri dan memasangkan baju atau aksesoris sesukanya, mereka juga bebas berkreasi menggunakan alat-alat yang ada di sekitarnya untuk dijadikan perabotan dalam permainan itu. Misalnya, bungkus rokok bekas yang dijadikan tempat tidur, tempat kaset dijadikan mobil-mobilan, bungkus korek api yang dijadikan tempat duduk, dan masih banyak lagi barang-barang lainnya yang bisa dimanfaatkan dalam permainan tersebut, tergantung kreatifitasnya masing-masing. Jadi, permainan ini  tidak hanya dapat menghibur tetapi juga memiliki banyak manfaatnya seperti meningkatkan kreatifitas, bersosialisasi dengan teman lainnya, belajar membuat cerita, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com