Keelokan Candi Borobudur


(sumber foto: http://watashi-ahmad.blogspot.com)

BERWISATA memang menjadi suatu hal sangat menyenangkan. Bagi sebagian orang Indonesia terutama yang tinggal di perkotaan, berwisata menjadi salah satu cara untuk menghilangkan penat dari aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah ataupun lainnya. Untuk beberapa kalangan atas mungkin jalan-jalan ke luar negeri adalah pilihan yang pas untuk refreshing dan berwisata, padahal di dalam negeri ini banyak sekali tempat wisata yang tak kalah bagus dari tempat wisata yang ada di luar negeri. Mulai dari wisata alam, wisata budaya sampai wisata sejarah, bisa dibilang hampir semua ada di Indonesia.

Bagi Sobat Djadoel yang suka berjalan-jalan di dalam negeri dan kebetulan mampir di Kota Magelang, jangan lupa mampir ke desa Borobudur. Di sana terdapat sebuah Candi Budha terbesar pada abad ke-9. Yup, Candi Borobudur. Siapa yang tak kenal candi ini? Candi yang terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini didirikan oleh para penganut agama Budha Mahayana pada masa pemerintahan wangsa Syailendra sekitar tahun 800-an Masehi. Candi ini berjarak sekitar 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi yang ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814 ini memiliki 2.672 panel relief, 72 stupa terawang, 504 patung Budha dan 1 stupa induk yang terletak di paling atas candi. Tidak heran jika ribuan orang berkunjung setiap tahunnya ke bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages UNSECO ini. Candi Borobudur sendiri dibangun oleh sorang raja dari kerajaan Mataram Kuno yang bernama Raja Samaratungga. Dalam prasasti Kayumwungan disebutkan bahwa Candi Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun pada 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Sedangkan nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras, sementara menurut beberapa yang lain Borobudur berarti sebuah biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Candi Borobudur sendiri berbentuk punden berundak yang terdiri dari sepuluh tingkat. Sedangkan tingginya sekitar 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran. Sedangkan satu tingkat yang paling atas berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan ini melambangkan beberapa tahapan kehidupan manusia, karena dalam mahzab Budha Mahayana setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha harus melewati setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Tingkatan-tingkatan dalam candi ini memeiliki sebutan dan mengandung arti tersendiri. Seperti bagian paling dasar pada Candi Borobudur disebut Kamadhatu, tingakatan ini melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Sedangkan empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu, tingkatan ini melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk.

Pada tingkatan ini juga terdapat patung Budha yang terbuka. Sementara pada tiga tingkat di atasnya disebut Arupadhatu yang melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan  bentuk. Pada tingkatan ini terdapat patung Budha yang diletakan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Dan bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, dimana tempat diyakini oleh umat Budha sebagai tempat bersemayam sang Budha.

Di setiap tingkatan pada candi ini relief-relief yang sangat indah. Semua relief itu akan terbaca secara runtut bila sobat djadoel berjalan searah jarum jam. Sedangakan reliefnya ada yang bercerita tentang kisah Ramayana, ada pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat pada saat itu. Seperti relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan kemajuan sistem pertanian saat itu. Atau ada pula relief kapal layar yang menceritakann kemajuan pelayaran pada saat itu yang berpusat di Bergotta (sekarang Semarang). Namun secara keseluruhan, relief yang ada di Candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.

Konon candi ini dirancang oleh Gunadharma dan membutuhkan lebih dari 2 juta balok batu vulkanik untuk membangunnya. Dan yang sangat unik dari pembangunan candi ini ialah tidak menggunakan lem perekat seperti semen yang biasa digunakan saat ini.

Selain bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, Candi Borobudur ini juga bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum. Karena banyak transportasi umum yang menuju Borobudur, seperti ada mini bus yang biasa melayani trayek Jogja - Borobudur dengan frekuensi keberangkatan antara setengah hingga satu jam sekali. Bus mini ini beroperasi mulai pukul enam pagi sampai pukul empat sore. Bagi sobat djadoel yang ingin menggunakan transportasi ini, sobat djadoel bisa berangkat dari Terminal Giwangan maupun Terminal Jombor.

Selain kalian bisa mengunjungi Candi Borobudur, di kawasan wisata ini Sobat Djaoel juga dapat berkeliling di desa-desa sekitar candi. Karena di desa sekitar Candi Borobudur ini banyak hal unik yang patut Sobat Djadoel lihat. Mulai dari hamparan sawah luas yang mengingatkan akan kejayaan Jawa Dwipa, sampai kita bisa melihat joglo kuno yang berusia lebih dari satu  abad. Seperti di Desa Karanganyar dan Wanurejo, sobat djadoel bisa melihat aktifitas warga yang membuat kerajinan. Sedangkan bagi sobat djadoel yang ingin melihat pemandangan Borobudur dari atas, sobat djadoel bisa pergi ke puncak Watu Kendil, pemandangan disana sangat indah dan menakjubkan apalagi kalo melihat sunrise atau sunset dari sini.

Dengan segala kehebatan dan keindahan yang ada, sangat wajar bila banyak orang dari segala penjuru dunia menjadikan Borobudur ini sebagai tempat yang harus dikunjungi ketika berada di Indonesia. Dan kita sebagai orang Indonesia seharusnya lebih bisa menghargai warisan budaya ini, salah satunya dengan cara berwisata ke candi ini dibandingkan dengan berwisata keluar negeri. Karena Candi Borobudur ini menunjukan betapa hebatnya bangsa kita yang mampu membuat candi dengan teknologi yang sangat hebat pada masanya. We Love Indonesia.

Untuk melihat tempat wisata seru lainnya, Sobat Djadoel bisa lihat di rubrik Wisata.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com