»Kaulinan

Bernostalgia Dengan “Handphone” Kaleng


Share


WUIDIH…canggihnya ya anak zaman sekarang pakai handphonenya udah bukan yang harus dipencet-pencet dengan penuh tenaga lagi, tapi cukup dengan sentuhan yang lembut semuanya bisa beroperasi. Dan hebatnya lagi, orang dewasa malah diajarin cara pakai handphone canggihnya sama anak kelas 1 Sekolah Dasar. Handphone itu kan artinya telepon genggam, nah jangan salah waktu zaman dulu juga anak-anak SD atau bahkan anak-anak TK juga punya telepon genggam, tapi telepon yang digenggamnya terbuat dari kaleng bekas.

Hayo sobat Djadoel siapa yang pernah bermain telepon kaleng? Yang pernah berarti ketahuan tuh anak-anak zaman dulu, hehe. Eh tapi, harus bangga lho sama anak zaman dulu karena anak zaman sekarang mungkin hanya sedikit yang tahu apa itu telepon kaleng. Bahkan, mereka belum merasakan asyiknya bermain telepon kaleng. Karena rata-rata anak zaman sekarang sudah menggunakan telepon yang canggih-canggih jadi enggak repot kayak dulu bikin telepon genggam dari kaleng bekas.

Kali ini, djamandoeloe.com mau mengajarkan cara membuat dan bermain telepon kaleng tersebut bagi sobat Djadoel yang belum tahu apa itu telepon kaleng. Untuk membuat telepon kaleng, sobat Djadoel enggak perlu repot-repot kok cari bahannya.  Yang perlu disediakan sobat Djadoel itu cuman kaleng bekas susu atau gelas plastik, benang kasur, gunting, dan korek api.

Kalau semua bahannya udah terkumpul, mula-mula sobat Djadoel buat lubang pada kedua kaleng atau gelas plastik bekas yang telah disediakan. Cara melubanginya haru tepat di tengah dasar kalesng atau gelas plastiknya ya. Setelah itu, masukkan benang kasurnya ke masing-masing lubang yang telah dibuat. Agar tidak lepas, benang kasur yang sudah dimasukkan ke dalam lubang diikatkan pada korek api dan dibuat simpul sedemikan rupa dengan ikatan yang kuat. Dan, taraaa…telepong kaleng sudah siap digunakan.

Satu orang yang berbicara di kaleng satu, sedangkan seorang teman lainnya bisa mendengarkan suara si penelepon dari kaleng yang satunya lagi. Akan tetapi, dalam penggunaannya benang harus ditarik hingga dalam keadaan kencang (tidak kendur). Hal ini dilakukan agar cepat rambat suara dapat mengalir dengan baik. Bagaimana sobat Djadoel? Mudah kan?

Telepon kaleng tersebut pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1667. Jadi, saat tahun 1664-1665, Hooke mencoba bereksperimen dengan transmisi suara melalui kawat distensi. Lalu, setelah ia berhasil melakukan eksperimennya, ia pun mulai memperkenalkan telepon yang menghubungkan dua buah kaleng dengan seutas benang kepada khalayak umum. Perangkat sederhana itu membuktikan suatu teori bahwa gelombang suara dapat disalurkan melalui sarana penghantar 47.

Hooke terkadang menyebut telepon kaleng itu sebagai “telepon kekasih”. Selama abad ke-20, telepon kaleng ini bukan hanya sebagai alat ekspermiennya melainkan digunakan di TK dan SD untuk mengajarkan anak-anak tentang getaran suara. Nah, bagaimana sobat Djadoel? Jadi teringat kembali akan masa lalu ya, saat dimana anak-anak zaman dulu saling bererbut ingin mencoba “handphone” kalengnya. 



Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus


»Kaulinan

Sorodot Gaplok

KEKAYAAN ragam permainan asli nusantara emang gak ada duanya. Selain jumlahnya yang sangat banyak, permainan asli nusantara juga dikenal memiliki unsur-unsur edukasi yang sangat positif. Salah…

»Kaulinan

Bermain Engklek

SEKARANG ini banyak sekali permainan modern yang bisa kita mainkan, mulai dari game di tablet sampai berbagai video game di komputer, baik yang online maupun offline.…

»Kaulinan

Cing Ciripit Satulang Sabajing

SEBELUM permainan dimulai, biasanya ada peraturan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Misalnya, penentuan tim atau hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama permainan.…

»Kaulinan

Panjat Pinang, Ga Ada Lo Ga Rame

PANJAT Pinang adalah sebuah permainan yang sangat terkenal di Indonesia, biasanya ada saat perayaan kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Permainan ini seakan sudah menjadi tradisi dalam…