Selamat Hari Radio Sedunia


(sumber foto: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Truetone-Radio.jpg)

 

BAGI yang sudah memiliki pasangan ataupun yang baru saja mau menembak seseorang, bulan Februari selalu ditunggu sebagai momen spesial untuk merayakan hari kasih sayang. Tapi, hanya sedikit orang yang tahu kalau di bulan Februari bukan cuman tanggal 14 yang memiliki makna spesial lho, melainkan tanggal 13 Februari juga. Wah, apa spesialnya tuh tanggal 13? Bukannya bagi sebagian orang angka 13 itu angka sial?

Eits, tunggu dulu Sobat Djadoel. Belum tentu lho angka 13 itu angka sial! Bagi mereka penggemar radio atau seseorang yang bekerja di radio, tanggal 13 di bulan Februari itu lebih spesial dibandingkan dengan tanggal 14 Februari. Kenapa? Karena pada tanggal tersebut, seluruh dunia merayakan yang namanya hari radio sedunia.

Tanggal 13 Februari itu dikenal sebagai peringatan sejarah lahirnya radio serta perkembangannya yang sampai sekarang masih bertahan di kala transformasi teknologi terus berkembang pesat. Arti dari radionya sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik. Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Oleh karena itu, seiring dengan berkembangnya teknologi, kini radio lebih mudah didengar melalui perangkat apapun karena sekarang radio dibuat sedemikian menariknya dan secanggih mungkin untuk memudahkan pendengarnya. Kalau zaman dulu radio enggak bisa didengar di handphone atau televisi kayak zaman sekarang.

Radio sebagai salah satu alat komunikasi yang telah banyak digunakan oleh manusia sejak zaman dulu ini sebelumnya dikenal dengan sebutan telegraf nirkabel. Nama tersebut diberikan oleh fisikiawan Perancis yang bernama Edouard Branly pada tahun 1897. Hal ini didasarkan pada kata kerja untuk memancarkan yang dalam bahasa Latin disebut “radius” atau “berbicara, roda, seberkas cahaya, sinar”. Kata ini juga muncul dalam sebuah artikel di tahun 1907 oleh Lee De Forest kemudian diadopsi oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1912. Dan kata tersebut menjadi umum pada saat komersial pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1920-an.

Sejarah radio sendiri dimulai pada awal tahun 1890-an. Saat itu, seorang warga Italia yang bernama Guglielmo Marconi menciptakan inovasi-inovasi  baru dari peralatan yang diciptakan oleh Hertz. Dari sana ia berhasil meningkatkan jarak pancaran gelombang elektromagnetik dan mengisinya dengan informasi. Sehingga peralatan transmitter dan receiver ciptaan Marconi tersebut mampu memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa kawat. Itulah awal dari komunikasi radio.

Kemudian pada tahun 1895, ia mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada mengenai elektromagnetik dengan idenya sendiri. Berkat ide-ide briliannya tersebut ia menjadi orang pertama yang mengirimkan sinyal radio melalui udara. Dengan menggunakan gelombang elektromagnetik ia mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebih dari 1,5 km.

Pada tahun 1901, radio temuan Marconi mengirim sinyal kode menyebrangi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland. Selama satu dekade hingga 1912, ia mematenkan sejumlah temuan untuk menyempurnakan sistem radio yang diciptakannya. Pada tahun 1909, ia mendapat nobel bidang fisika dan dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi sebagai penemu radio pertama.

Sekitar tahun 1900-an, para penemu mencoba mengembangkan alat yang dinamakan “vacuum tube”. Alat ini digunakan untuk mendeteksi dan memperluas sinyal radio.  Lalu, pad atahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio yang biasa disebut Super Heterodyne Circuit. Pada ahun 1933, Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation) yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai serta menawarkan ketepatan suara yang tinggi. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya di awal tahun 1960-an, saluran FM mendominasi sistem radio, bahkan digunakan untuk komunikasi antara bumi dan luar angkasa oleh Badan Antariksa Nasional Amerika atau NASA. Dari sanalah, radio hingga kini masih dicintai jutaan orang di seluruh dunia.

Lantas mengapa hari radio sedunia diperingati pada tanggal 13 Februari? Karena, hari tersebut juga menandakan lahirnya United Nations Radio di tahun 1946. Tanggal 13 Februari ditetapkan sebagai hari radio sedunia oleh badan PBB United State Educational, Scientific, Cultural Organization (UNESCO) pada sidang umum ke-36. Ide awalnya datang dari Spanish Academy of Radio yang menganggap bahwa radio itu sebagai salah satu instrumen penting dalam perubahan sosial dunia.

Oleh karena itu, hari ini dianggap penting sebagai penghargaan atas usaha mereka yang pernah atau sedang bekerja di industri radio yang ada di seluruh dunia. Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya radio dan media serta memperluas jaringan dan kerjasama internasional antara penyiar radio di dunia. Kekuatan radio itu mampu memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat sebagai sebuah alat perhubungan yang bisa menyatukan masyarakat. Berterima kasihlah pada Marconi karena telah menciptakan radio yang sampai saat ini seringkali kalian dengar. Selamat Hari Radio Sedunia! wink





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com