Bernostalgia Dengan Disket, Flashdisk Zaman Dulu


(sumber foto: http://anotherfool.wordpress.com/2008/04/18/nostalgia-disket-ewer-ewer/)

ZAMAN sekarang siapa sih yang enggak tahu flashidsk? Itu loh, media penyimpanan data secara digital yang sudah sangat banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Flashdisk seakan menjadi benda penolong bagi ribuan orang yang membutuhkan media penyimpanan yang kapasitasnya besar tapi dengan ukuran yang kecil, sehingga bisa dibawa kemana-mana. Tapi masihkah Sobat Djadoel ingat, jauh sebelum flashdisk pernah hadir media penyimpanan yang namanya floppy disk atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan disket?

Floppy disk atau Disket adalah media penyimpanan digital yang pernah populer pada pertengahan tahun 90-an dan awal 2000-an. Saat itu, hampir semua komputer menggunakan peralatan yang berkapasitas 1,44 MB ini.

Disket merupakan sebuah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur yang dilapisi lapisan plastik berbentuk persegi atau persegi panjang. Cara kerja dari disket hampir sama dengan Hard Disk di mana plat bundar yang berisi data dalam disket akan diputar oleh motor dalam floopy disk drive. Sehingga floppy disk drive akan mampu membaca atau menulis data pada disket itu.

Data atau program yang tersimpan di dalam disket sendiri berbentuk titik-titik magnetik, sesuai pola on/off standar pada representatif data. Sedangkan bagian pembungkus plastik pada disket berguna untuk melindungi disket dari sentuhan tangan manusia. Karena sebelum adanya pembungkus plastik, disket yang berukuran besar hanya dibungkus dengan kertas sehingga tampak rapuh dan mudah rusak. Dulu disket hanya mampu menyimpan data sebesar 1,44 MB atau setara dengan tulisan sebanyak 400 halaman. Setelah itu muncul disket yang berlabel 2HD, disket jenis ini mampu menyimpan data pada kedua sisi disket, sehingga kapasitasnya bisa lebih besar.

Sejarah disket sendiri dimulai dari tahun 1971, di mana pada tahun tersebut untuk pertama kalinya disket diperkenalkan ke dunia oleh perusahaan komputer asal Amerika yakni International Business Machines Corporation (IBM). Saat itu, IBM memperkenalkan disket dengan ukuran 8 inci. Tapi sebenarnya disket sendiri telah dikembangkan oleh IBM sejak tahun 1967 dibawah pimpinan Alan Shugart. Pada saat peluncuran pertamanya disket ini bernama Memory Disk dan hanya berkapasitas sebesar 79,7 kb.

Berselang enam tahun setelah diluncurkannya, media penyimpanan ini berubah nama menjadi floppy disk. Floppy disk ini mempunyai kapasitas penyimpanan data yang lebih besar, yaitu 160 kb. Dengan ukuran fisik yang lebih kecil, yaitu sekitar 5¼ inci, floppy disk menjadi alat penyimpanan yang banyak digunakan pada saat itu. Tak sampai disitu, sekitar tahun 1984, IBM memperkenalkan floppy disk dengan bentuk fisik yang lebih kecil, yakni berukuran 3½ inci, dengan kemampuan menyimpan data hingga 720 kb. Tak lama setelah itu, kapasitasnya pun bertambah menjadi 1,44 mb. Sejak saat itulah disket mulai diproduksi secara besar-besaran. Mungkin bagi anak-anak yang lahir sekita tahun 80an sampai 90an awal tak akan asing dengan merek disket Verbatim, Maxell dan Sony. Karena itulah produsen-produsen disket yang tergolong besar pada saat itu.

Tak heran jika sampai akhir tahun 90an, disket ini menjadi media penyimpanan yang sangat praktis dan banyak digunakan oleh orang-orang. Sampai akhirnya keberadaan disket sebagai media penyimpanan digital mulai tersisih seiring kemunculan berbagai media penyimpanan yang baru seperti CD, DVD, memory card dan Flash Disk. Dengan ukuran yang lebih kecil dan kapasitas yang besar ditambah dengan harga yang semakin murah, tak heran jika orang-orang mulai beralih dari disket ke CD sampai Flash Disk.

Karena permintaan pasar yang semakin menurun, salah satu perusahaan besar yang memproduksi disket yakni Sony, pada tahun 2011 lalu mengumumkan tidak akan memproduksi disket lagi. Bisa jadi ini pertanda punahnya disket, tapi sekarang ini masih ada beberapa orang yang masih menggunakan disket atau bahkan mengoleksinya. Dan ternyata masih ada beberapa perusahaan yang masih memproduksi disket loh.

Zaman memang terus berubah dan banyak hal yang terus berkembang, termasuk media penyimpanan digital yang dulunya hanya berkapasitas 1,44 kb sekarang sudah ada yang berkapasitas 32 gb, bahkan sudah ada yang berkapasitas 1 terabyte. Kita sebagai user alias pengguna teknologi harus tetap mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan kita. Tapi kita juga harus tahu akan sejarahnya, supaya kita bisa lebih menghargai hasil dari perkembangan teknologi yang ada saat ini.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com