Hari Raya Nyepi


sumber: (http://www.utm.edu/)

 

SETIAP agama yang ada di bumi ini selalu mempunyai cara tersendiri dalam merayakan datangnya tahun baru. Seperti Konghucu yang memiliki perayaan Imlek, umat Islam merayakan Muharram dan umat Kristiani merayakan tahun baru masehi. Ternyata umat Hindu juga punya cara tersendiri dalam merayakan atau menyambut datangnya tahun baru dalam agamanya. Mereka biasanya melaksanakan Nyepi.

Berbeda dengan budaya lain yang merayakan tahun baru dengan cara berpesta, masyarakat Bali atau dalam hal ini umat Hindu, mereka biasanya merayakan tahun baru dalam keheningan (Nyepi). Nyepi sendiri merupakan perayaan tahun baru Saka yang jatuh pada Penanggal Apisan Sasih Kedasa tepat sehari setelah Tilem Kesanga (bulan mati) pada pengkalenderan Bali. Nyepi juga berarti sebagai wujud keselarasan manusia dengan alam. Perayaan ini dimulai sejak tahun 78 Masehi, di mana pada saat itu tahun baru Saka diresmikan berbarengan dengan penobatan raja Kaniskha dan dinasti Kushana.

Nyepi sendiri bertujuan untuk menyucikan Bhuana Alit (Alam Manusia) dan Bhuana Agung (Alam Semesta) dengan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di mana dalam menyambut Hari Raya Nyepi terdapat dua macam kegiatan, yaitu kegiatan sebelum hari raya dan kegiatan pada hari raya. Kegiatan sebelum hari raya Nyepi yaitu melaksanakan upacara Bhuta Yadnya pada bulan mati (Tilem), sedangkan kegiatan yang dilakukan pada saat tahun baru yakni upacara Yoga Samadhi.

Sebenarnya rangkaian kegiatan perayaan Nyepi terbagi menjadi empat tahapan. Yang pertama ialah upacara Melasti, yakni nganyudang malaning gumi ngamet Tirta Amerta atau menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Laut (Segara) dianggap sebagai sumber dari air kehidupan atau Tirtha Amertha. Kegiatan ini dapat dilakukan beberapa hari sebelum upacara Tawur dan paling lambat pada Tilem sore (sehari sebelum hari raya Nyepi). Pada tahapan ini juga, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura mulai diarak ke pantai atau danau untuk dibersihkan, karena upacara Melasti sendiri tidak lain adalah upacara penyucian.

Tahapan yang kedua ialah upacara Bhuta Yajna atau bisa juga disebut Tawur, ini bertujuan untuk menyucikan dan mengembalikan keseimbangan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit baik Sekala maupun Niskala. Tawur sendiri dilakukan tiga kali yaitu pada sandikala (pagi hari, tengah hari dan sore hari), dan paling lambat dilakukan pada Tilem (sehari sebelum Nyepi) sore.

Kemudian tahapan yang ketiga ialah Brata Penyepian, Brata sendiri berarti pengekangan hawa nafsu. Di mana pada tahapan ini umat Hindu wajib melakukan tapa (latihan ketahanan menderita), yoga (menghubungkan jiwa dengan Tuhan) dan semadi (manunggal kepada Tuhan). Selama tahapan ini terdapat Catur Brata Nyepi atau bisa dibilang pantangan, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungaan dan Amati Lelanguan.

Pada Amati Geni umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau lampu. Sebenarnya api di sini lebih ke pada api yang ada dalam diri, seperti kemarahan, iri hati dan fikiran yang tidak baik. Untuk itu umat Hindu melaksanakan Amati Geni dengan cara tidak menyalakan api. Sedangakan pada Amati Karya, kita di tekankan untuk tidak bekerja. Karena dengan tidak bekerja kita bisa merenung dan mengintospeksi diri atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat selama ini.

Pantangan yang ketiga ialah Amati Lelungan, tidak boleh bepergian melainkan mawas diri. Dan pantangan yang terakhir ialah Amati Lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang widhi. Karena jka manusia larut dalam hiburan, maka mereka akan lupa tujuan hidup yang utama, yakni kembali kepada Tuhan. Semua tahapan Brata Penyepian ini mulai dilakukan pada saat matahari fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya.

Sedangkan tahapan yang terakhir yakni Ngembak Geni, kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 sasih, atau sehari setelah Hari Raya Nyepi. Pada tahapan ini dapat dipergunakan untuk melaksanakan Dharma Santi, yakni mengucap syukur dan saling maaf memaafkan satu sama lain baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Bagi Sobat Djadoel yang beragama Hindu, semoga pada hari Raya Nyepi ini bisa lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dan medapatkan kebaikan serta kedamaian di tahun yang baru. Dan untuk masyarakat Indonesia semoga momen ini dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama sehingga akan terwujud Indonesia yang damai. Selamat hari raya Nyepi smiley





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com