Hari Surat Menyurat Internasional


WAH, ada pak pos datang ke rumah Teh Lulu. Hmmm, ada apa ya? Perasaan Teh Lulu udah lama banget enggak pernah surat menyurat. Atau mungkin surat dari Pak Presiden ya? Hahaha. Eh, ternyata surat yang dikasih pak pos itu bukan dari Pak Presiden, melainkan dari Kang Adoel. Lho, ngapain Kang Adoel ngirim surat buat Teh Lulu ya padahal kan rumah Teh Lulu dan Kang Adoel enggak terlalu berjauhan.

Oh…Teh Lulu sekarang ingat mengapa Kang Adoel hari ini mengirimkan surat buat Teh Lulu. Hari ini kan hari surat menyurat internasional. Jangan-jangan sobat Djadoel juga ada yang enggak tahu kalau hari ini hari surat menyurat internasional? Mungkin kalau ditanya berapa banyak sobat Djadoel yang masih melakukan surat menyurat, jawabannya hanya sedikit dari sobat Djadoel yang melakukan hal itu. Ya, memang tidak bisa dipungkiri, semakin berkembangnya zaman, banyak juga hal-hal lainnya yang turut berkembang yang semakin memudahkan setiap orang.

Dan tradisi surat menyurat, berangsur-angsur mulai ditinggalkan, karena teknologi yang semakin canggih seperti mengirim pesan melalui SMS, email, atau chatting. Orang-orang tak perlu kerepotan menulis dengan pulpen di atas kertas lalu mengirimnya melalui pos dan tak lupa menggunakan perangko. Ya, hanya sedikit orang yang mungkin masih melakukannya. Tapi, bukan berarti surat menyurat harus dilupakan, karena ada beberapa hal yang tidak bisa dikirim melalui SMS, email, atau chatting. Banyak hal lainnya yang tetap membutuhkan layanan pos.

Nah, dengan adanya hari surat menyurat ini setiap orang bisa bernostalgia kembali betapa menariknya surat menyurat pada zaman dulu. Ada keistimewaan tersendiri dalam surat menyurat yang tak bisa didapatkan dari mengirim pesan melalui SMS, email, atau chatting. Lalu, mengapa hari surat menyurat internasional ini harus diperingati pada 9 Oktober?

Selain hari ini dirayakan untuk memperingati berdirinya layanan pos internasional, Universal Postal Union pada 9 Oktober 1874, kegiatan tersebut pun bertujuan untuk mempererat persahabatan di seluruh dunia. Dan tak hanya itu, hari surat menyurat pun dilakukan agar tidak melupakan tradisi surat menyurat yang telah ada sejak abad 2000 SM.

Di beberapa negara, misalnya Hongkong, masyarakat setempat dapat berkirim surat secara gratis. Layanan pos di Hongkong telah mengadakan acara “Love Post Day” selama 9 tahun berturut-turut. Hal tersebut dilakukan sebagai dukungan bagi peringatan “World Post Day”. Nah, kalau di Indonesia sendiri dalam memperingati hari surat menyurat internasional ini bagaimana? Apakah sobat Djadoel melakukan surat menyurat juga untuk memperingatinya atau hanya mengucapkan “Selamat hari surat menyurat” di jejaring sosial milik sobat Djadoel? Hehe.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com