Earth Hour 2013


(sumber foto: www.djamandoeloe.com)

 

GLOBAL Warming atau pemanasan global kerap menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Salah satu faktor pemicu Global Warming adalah ketergantungan manusia terhadap listrik yang terus meningkat. Sementara, pembangkit listrik mayoritas berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang mengeluarkan gas rumah kaca (GRK) berupa karbon dioksida (CO2). Dan hal itu terbukti berakibat langsung terhadap kenaikan dramatis suhu rata-rata bumi serta dapat mempengaruhi lingkungan hidup yang menjadi tempat hidup kita.

Beragam cara telah dilakukan banyak orang untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan untuk mengurangi laju Global Warming, salah satunya dengan Earth Hour. Gerakan global ini berawal dari kampanye kolaborasi World Wildlife Fund (WWF)  Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5%. Pada tahun 2007 itulah, sekitar 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu dan peralatan elektronik yang tidak perlu selama satu jam.

Keberhasilan kampanye tersebut kemudian diadopsi banyak kota-kota lain di seluruh dunia. Hingga akhirnya, dicetuskanlah Earth Hour pada tahun 2007 yang akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya pada hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Dengan harapan aksi kecil ini dapat membawa perubahan besar terhadap lingkungan di seluruh dunia.

Di tahun 2007, Earth Hour diadakan pada 31 Maret, tahun 2008 pada 29 Maret, tahun 2009 pada 28 Maret, tahun 2010 pada 27 Maret, tahun 2011 pada 26 Maret, tahun 2012 pada 31 Maret, dan di tahun ini akan diadakan pada 23 Maret 2013.

Selain mematikan lampu dan listrik selama satu jam sebagai kampanye Earth Hour, di tahun 2012 pun beberapa kegiatan peduli lingkungan dilakukan di beberapa daerah, seperti penanaman 100 ribu pohon di Taman Nasional Sebangau (Palangkaraya), penangkaran penyu di Gili Trawangan (Nusa Tenggara Barat), pembersihan sampah pantai di Kuta, dan kegiatan peduli lingkungan lainnya.

Earth Hour di tahun 2012 berhasil meraih 2 miliar pendukung dari 7.001 kota di 152 negara. Semoga, di tahun 2013 sekarang semakin banyak masyarakat yang berpartispasi dalam gerakan menyelamatkan bumi ini. Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan bumi dari Global Warming. Jangan lupa ya, Sobat Djadoel, Sabtu, 23 Maret 2013 kita berpartisipasi dalam Earth Hour, pukul 20.30 sampai 21.30. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com