Melihat Replika Fosil T-Rex di Museum Geologi Bandung


(sumber foto: www.djamandoeloe.com)

BERWISATA tidak selalu harus pergi ke tempat hiburan seperti Mal dan taman bermain, di luar negeri banyak sekali orang yang menghabiskan liburan ke tempat yang bisa mengedukasi, salah satunya museum. Bagi sobat djadoel yang suka main ke Bandung dan ingin mencoba liburan ke museum, jangan lupa mampir ke Museum Geologi Bandung. Museum ini terletak tidak jauh dari Gedung Sate di Jalan Dipenogoro No. 57.

Sebelum dijadikan museum seperti sekarang, bangunan yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 ini dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil temuan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia.

Pada zaman dulu setelah revolusi industri di Eropa, Belanda sangat membutuhkan bahan tambang untuk memenuhi industri di negerinya. Sehingga mereka membentuk Dienst van het Mijnwezen pada tahun 1850, sebagai lembaga yang bertugas melakukan riset geologi dan sumberdaya mineral di Indonesia, yang kemudian lembaga ini berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw pada tahun 1922. Nah, untuk menyimpan hasil temuan geologinya, pada tahun 1928 pihak Belanda membangun gendung yang bernama Geologisch Laboratorium, atau yang kemudian dikenal sebagai gedung Geologisch Museum.

Gedung ini dirancang oleh arsitek Ir Menalda van Schouwenburg dengan gaya Art Deco. Pembangunannya dimulai pertengan tahun 1928 selama 11 bulan, dengan 300 pekerja bangunan ini menghabiskan dana sebesar 400 Gulden dan diresmikan pada 16 Mei 1929.

Sebelum akhirnya pindah ke tangan Indonesia, gedung ini sempat jatuh ke tangan Jepang. Beberapa kali gedung ini berpindah tangan, mulai dari Belanda, Jepang, Indonesia, kemudian diambil alih oleh Belanda bersama sekutunya sampai akhirnya pindah ke tangan Indonesia lagi sampai saat ini. Pada masa penjajahan Jepang gedung ini berubah nama menjadi KOGYO ZIMUSHO dan kemudian berganti nama menjadi CHISHITSU CHOSACHO.

Setelah pindah tangan ke Indonesia lagi, Museum Geologi ini mulai mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Dan pada tahun 1999, Museum Geologi mendapat bantuan dari Pemerintah Jepang melalui JICA (Japan International Cooperation Agency) senilai 754,5 juta Yen untuk merenovasi museum ini.

Mulai saat itu hingga sekarang Museum Geologi berfungsi sebagai tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.

Sekarang ini Museum Geologi mempunyai beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan lantai II. Lantai satu ini terbagi menjadi 3 ruangan, Ruang Orientasi, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Di lantai ini terdapat peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dalam bentuk animasi. Disini juga kita bisa melihat berbagai maket tentang geologi dan beragam jenis batuan serta sumber daya mineral dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu di lantai ini juga terdapat replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn, dan berbagai replika tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia.

Sedangkan lantai II terbagi menjadi 3 ruangan utama, Ruang Barat, Ruang Tengah dan Ruang Timur. Selain untuk staf museum, di lantai ini kita bisa menemukan berbagai maket peragaan geologi untuk kehidupan manusia. Seperti maket pertambangan emas Gransberg di Pegunungan Tengah Irian Jaya. Pada lantai ini juga kita bisa menemukan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia.

Di lantai II juga terdapat teknologi-teknologi baru yang sangat menarik, terutama bagi anak-anak. Karena di ruangan baru tersebut, banyak teknologi yang sangat interaktif sehingga anak-anak akan lebih mudah untuk menangkap informasi yang hendak disampaikan dalam museum tersebut.

Berkunjung ke museum bisa menjadi pilihan mengisi liburan, selain sambil bermain dan refreshing, di museum kita bisa mendapat pelajaran yang berharga. Seperti di Museum Geologi ini, kita bisa mendapat pengetahuan tentang materi-materi geologi, seperti fosil, batuan, mineral dan lainnya.

Bagi yang mau berkunjung ke Museum Geologi, museum ini buka setiap hari senin-kamis pukul 08:00 wib – 16:00 wib, sabtu-minggu pukul 08:00 wib – 14:00 wib. Sedangkan untuk hari jum’at dan hari libur Nasional, museum tutup. Jadi, mari kunjungi museum!





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com