Di Indonesia, Kami Menyebutnya Kerokan


sumber(http://1.bp.blogspot.com/)

SEBAGAI orang Indonesia, mungkin Sobat Djadoel sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘kerokan’. Metode tradisional dengan cara menggosokan kepingan koin logam ke tubuh ini, sudah banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk mengusir yang namanya ‘masuk angin’.

Dengan hanya bermodalkan sekeping koin logam dan minyak gosok, banyak orang yang memilih kerokan dibanding harus pergi ke dokter. Karena kerokan dinilai lebih murah dan lebih mujarab. Tapi apa benar kerokan bisa mengusir masuk angin?

Sebenarnya dalam ilmu kedokteran sendiri tidak ada istilah yang namanya ‘Masuk Angin’, gejala-gejala seperti perut kembung, nyeri otot, batuk-batuk dan pilek itu hanya sebagai tanda-tanda penyakit lain. Misal, perut kembung sebagai gejala dari penyakit maag atau gangguan pencernaan. Sedangkan badan yang terasa pegal dan nyeri otot bisa jadi karena terlalu capek dan kurang istirahat.

Kerokan sendiri sebenarnya tidak bisa mengobati penyakit secara langsung, yang ada hanya mengalihkan rasa sakit yang diderita pasien. Ajaibnya, kerokan ini bisa membuat pasien ketagihan. Karena saat kerokan, pasien akan mengeluarkan hormon endorfin yang bisa membuat pasien lebih rileks.

Pada prinsipnya kerokan tak beda jauh dengan akupuntur dan bekam. Kerokan hanya meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok, sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang sudah tidak berfungsi dengan baik dan membuat aliran darah semakin lancar. Aliran darah yang bertambah ini mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap serangan virus dan membuat tubuh lebih segar.

Banyak orang mengira jika hasil kerokan semakin merah itu tandanya telah banyak angin yang masuk ke dalam tubuh. Padahal, sebenarnya merah tersebut diakibatkan banyaknya pembuluh darah halus (kapiler) yang pecah. Dalam kerokan juga sebaiknya dilakukan seperti motif tulang daun, karena bentuk serat otot memang seperti itu.

Tapi jika terlalu sering melakukan kerokan, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang masih berfungsi dengan baik. Selain itu juga efek dari kerokan akan membuka pori-pori kulit dan akan memudahkan masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh. Nah, loh hati-hati Sobat Djadoel, jangan terlalu sering kerokan, sewajarnya aja wink

Oh ya, ternyata kerokan ini tidak hanya terkenal di Indonesia Sobat Djadoel, negara Asia lainnya seperti Cina, Vietnam dan Kamboja juga mengenal metode ini. Vietnam menyebutnya Cao Giodi, Kamboja menyebutnya Gah Kyol, dan di Cina disebut dengan Gua Sua. Namun bedanya, di Cina koin yang digunakan untuk kerokan diganti dengan batu giok.

Jadi, jika Sobat Djadoel masuk angin jangan asal kerok saja, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter agar tidak terjadi salah diagnosa dan membuat penyakitnya tambah parah.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com