Situ Buleud Landmarknya Purwakarta


sumber: http://surfacepanorama.com/

UNTUK hanya sekedar melepas penat dari berbagai aktivitas yang menjemukan, rasanya enggak selalu harus pergi ke tempat wisata. Sobat Djadoel bisa memanfaatkan ruang publik yang ada. Misalnya, pergi jalan-jalan berkeliling kota dengan sepeda atau hanya duduk-duduk sambil ngobrol di taman bersama kerabat. Hal ini juga yang sering dilakukan oleh masyarakat Purwakarta. Banyak di antara mereka yang melepas penat dengan hanya berkeliling di taman kota, salah satunya di Ruang Terbuka Hijau Situ Buleud.

'Situ Buleud', mungkin kalimat itu terdengar asing di beberapa telinga Sobat Djadoel yang belum mengetahuinya. Tapi, bagi masyarakat Purwakarta dan sekitarnya, Situ Buleud sudah menjadi salah satu objek wisata andalannya. Situ yang menjadi landmark Kabupaten Purwakarta ini teletak di jantung Kota Purwakarta, tepatnya di Jl. K.K. Singawinata, Kampung Situ, Desa Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

Mendengar namanya, mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa danau ini diberi nama ‘Situ Buleud’. Dalam bahasa Sunda ‘Situ’ berarti danau dan ‘Buleud’ berarti bundar, jadi Situ Buleud berarti Danau yang Bundar. Dan memang jika situ ini dilihat dari udara, bentuknya terlihat bundar seperti lapangan bola yang dikelilingi lintasan atletik.

Situ yang ditata secara apik ini sangat cocok jika digunakan sebagai tempat olah raga, karena di sekeliling situ ini sudah dilengkapi dengan jogging track. Jadi, kita bisa berolah raga sambil menikmati pemandangan situ yang sejuk. Di tengah situ yang telah dipagar serta dipenuhi pepohonan rindang ini terdapat bangunan air mancur yang sangat besar. Air mancur tersebut menambah keelokan situ sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai bersama handai tolan atau keluarga. Kalau yang memiliki hobi fotografi, rasanya wajib mengunjungi situ ini untuk hunting foto.

Jika dilihat dari sejarahnya, dulu situ ini merupakan tempat mandi atau berkubangnya hewan badak. Jadi tak heran jika saat ini ada beberapa patung badak menghiasi danau ini. Kemudian pada masa pemerintahan Belanda, danau ini ditata untuk dijadikan sebagai tempat beristirahat orang-orang Belanda sehabis pulang bekerja. Dan pada saat Ibu Kota Karawang pindah dari Wanayasa ke Sindangkasih, sekitar tahun 1830, situ ini dipercantik oleh R.A. Suriawinata, beliau juga merupakan perintis munculnya daerah Purwakarta.

Dulu, situ seluas 4 ha ini dibuat sebagai tempat penampungan air untuk berbagai keperluan masyarakat disekitarnya. Tapi seiring berkembangnya zaman, situ ini juga berfungsi sebagai tempat wisata bagi keluarga sekaligus sebagai ruang terbuka hijau Kota Purwakarta.

Selain Situ Buleud  memiliki sejarah dan keindahannya yang menarik, situ ini juga terkenal dengan berbagai kisah mistiknya. Menurut cerita warga sekitar, danau ini selalu dijaga oleh sosok yang menyerupai barong dengan kepala naga yang besar. Dan konon katanya di atas danau ini terdapat istana megah yang tak bisa dilihat oleh orang biasa.

Terlepas benar atau tidaknya kisah mistik tersebut, tempat ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata bagi sobat djadoel semua. Selain tempatnya yang engak jauh dari pusat Kota Purwakarta, danau ini juga menawarkan berbagai hal menarik lainnya. Selamat bersantai, Sobat Djadoel.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com