Abadikan Momen Seru di Kota Tua Jakarta


http://surfacepanorama.com

SETIAP negara memiliki kota tua yang selalu menarik perhatian banyak orang. Kalau di Ceko kota tuanya berada di Kota Praha, di Cina ada di Kota Lijiang, sedangkan di Indonesia yang paling terkenal berada di Jakarta.

Kota Tua Jakarta merupakan sebuah kawasan yang bisa disebut sebagai museumnya bagi bangunan-bangunan kuno di Jakarta. Dulu tempat ini dikenal dengan nama Oud Batavia atau Batavia Lama. Pada abad ke-16, Oud Batvia merupakan pusat perdagangan di Benua Asia. Karena itulah VOC dan pemerintah Hindia Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat administratif untuk kawasan Nusantara.

Kawasan yang memiliki luas sekitar 139 hektar ini merupakan cikal bakal terbentuknya Kota Jakarta saat ini. Jadi kalau berkunjung ke Jakarta, tak afdol rasanya kalau belum menginjakan kaki di Kota Tua.

Dulu, pemerintah Hindia Belanda membangun Oud Batavia yaitu sebaga salinan Kota Amsterdam yang ada di Belanda. Oleh karena itu, saat penjelajah asal Inggris, James Cook, berkunjung ke kota ini pada tahun 1770, dia terpesona dengan keindahannya yang mirip dengan Kota Amsterdam, sehingga ia menjuluki Oud Batavia dengan "The Pearl of Orient" atau "Mutiara dari Timur".

Berbicara Old Town (Kota Tua) biasanya tak lepas dari berbagai bangunan yang masih mempertahankan arsitektur jadulnya. Sama halnya dengan Kota Tua Jakarta, kawasan ini didominasi oleh bangunan-bangunan yang berarsitektur Eropa dan Cina dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20.

Salah satu landmark yang terkenal di kawasan Kota Tua ini yaitu museum Fatahilah atau dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta. Di museum ini Sobat Djadoel bisa menelusuri jejak sejarah Jakarta dari masa prasejarah hingga berdirinya kota Jayakarta tahun 1527. Dulunya gedung ini merupakan Gedung Balaikota, sehingga tak heran jika gedung ini memiliki halaman yang luas seperti alun-alun di berbagai negara Eropa. Gedung ini dibangun tahun 1707 atas perintah Gubernur Jenderal Joanvan Hoon dan baru selesai tahun 1712.

Di kawasan ini juga ada museum wayang yang memiliki 4.000 koleksi wayang dari seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga museum Seni Rupa dan Keramik, dulu museum ini dijadikan kantor resmi Raad van Justitie atau tempat pengadilan Belanda. Di museum tersebut tersimpan keramik tua milik mantan wakil presiden Adam Malik, juga terdapat keramik berbagai negara seperti dari Jepang, Tiongkok, Thailand, Vietnam dan Eropa.

Karena kawasan Kota Tua ini dulunya sebagai kota pelabuhan, jadi tak aneh kalau disini juga ada museum bahari. Di dalam museum ini tersimpan koleksi bahari dan nelayan dari Sabang sampai Merauke. Salah satu museum yang patut untuk dikunjungi ialah museum Bank Indonesia, di sini kita bisa tahu cara pembuatan uang dan bisa melihat berbagai koleksi uang serta alat yang biasa digunakan untuk membuat uang pada zaman dulu.

Di Kota Tua, Sobat Djadoel juga bisa mengunjungi Gedung Kantor Pos. Bagi Sobat Djadoel yang hobi mengoleksi perangko, rasanya akan sangat senang sekali mampir ke museum ini. Karena di sini terdapat banyak sekali koleksi perangko. Dan salah satu lokasi yang harus dikunjungi kalau jalan-jalan ke kawasan Kota Tua yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan tua ini sudah dikenal sejak abad ke 12, dan pada zaman dulu merupakan pelabuhan penting bagi kerajaan Pakuan Pajajaran.

Suasana Kota Tua yang unik dan khas membuat banyak orang tertarik berkunjung kesini. Banyak orang yang sekadar jalan-jalan berkeliling atau hanya berkumpul bersama kerabat sambil menikmati suasana jadul. Apalagi kalau jalan-jalannya di malam hari, suasananya akan terasa beda banget. Kota Tua juga sering dijadikan tempat foto prewedding atau tempat hunting bagi para penggemar fotografi.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata sejarah. Saking berharganya kota tua ini, pada tahun 1972 Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin mengeluarkan dekrit resmi yang menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Ini bertujuan untuk melindungi bangunan-bangunan peninggalan sejarah yang ada di kawasan tersebut.

Bagi yang suka kuliner, di kawasan ini juga banyak pedagang yang menjual makanan. Mulai dari yang jualan tahu gejrot, lontong sayur sampai makanan khas betawi seperti kerak telor. Di kawasan ini juga banyak cafe yang menawarkan aneka masakan yang bernuansa klasik seperti di cafe Batavia dan Cafe Gazebo.

Bagi Sobat Djadoel yang berniat mengelilingi Kota Tua Jakarta, berjalan kaki atau menyewa sepeda onthel adalah pilihan yang paling tepat. Dan jangan lupa membawa kamera untuk hanya sekedar berfoto dengan suasana jadulnya. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com