Lahang, Si Minuman Langka


BERBICARA soal kuliner tak pernah ada habisnya, selalu saja ada kuliner-kuliner baru yang menggugah selera, entah itu makanan ataupun minuman. Ditambah dengan berkembangnya kreatifitas pada masyarakat, beragam kuliner pun muncul semakin banyak dengan berbagai nama yang uniik.

Tapi, apakah Sobat Djadoel pernah mendengar minuman yang namanya Lahang? Atau mungkin Sobat Djadoel sudah pernah mencobanya. Nah, buat Sobat Djadoel yang belum pernah mendengar namanya atau bahkan mencicipinya, djamandoeloe.com sekarnag ingin memperkenalkannya.

Dulu, minuman ini sangat popular sekali di masyarakat Sunda. Minuman yang terbuat dari sadapan air pohon aren ini terasa manis dan cocok sekali kalau diminum siang-siang pas terik matahari, pasti seger banget. Lahang juga memiliki wangi yang khas sehingga menambah kenikmatan ketika Sobat Djadoel meminumnya.

Lahang bukanlah minuman yang baru di jagad kuliner, justru bisa dibilang senior dibandingkan minuman-minuman isotonik yang ada pada saat ini. Meskipun lahang tak sepopuler mereka, tapi rasa dan khasiatnya luar biasa. Zaman dulu, banyak orang yang meminumnya sebagai minuman penambah tenaga atau minuman pelepas dahaga. Sayangnya minuman ini sekarang sangat sulit didapatkan, selain pohon arennya yang sudah jarang ditemukan, cara untuk mendapatkan air Lahang juga relatif sulit. Jadi sangat maklum kalau sekarang,minuman ini sulit ditemui.

Tak hanya itu, cara menyadap pohon Aren pun tidak sembarangan, para petani biasanya harus berangkat lebih awal untuk menyadap aren agar kesegarannya terjaga. Selain itu kalau terlambat menyadapnya, air aren ini akan mengalami fermentasi dan berubah menjadi cuka atau tuak. Nah yang bahaya kalau air aren ini sudah berubah menjadi tuak, kandungan alkoholnya bisa sampai memabukkan. Tapi ada juga orang yang sering menggunakan cuka aren ini sebagai bahan asinan, rasa asam dari cuka aren ini juga tidak bikin sakit perut. Yang menarik, Lahang ini hanya bisa disadap dari bunga jantan pohon aren sedangkan dari bunga betinanya kita bisa memanen kolang kaling.

Mengingat waktu expired-nya yang hanya sedikit sekali, sadapan Lahang ini tidak mungkin untuk disimpan terlalu lalu lama. Jadi minuman Lahang ini biasanya dijual oleh pedagang Fresh from The Oven atau bisa juga sebelum dijual Lahang tersebut dicampur dengan air dan diberi sedikit gula terlebih dahulu biar tetep manis. Tentu saja rasanya akan berbeda dengan Lahang yang murni tanpa diberi campuran apapun.

Namun, sebenarnya tanpa ditambahkan air gula juga Lahang ini sudah terasa manis karena Lahang sebenarnya sudah mengandung glukosa antara 10-15%. Jadi jangan heran kalau rasanya sangat manis walau tanpa ditambahkan gula ke dalamnya. Karena kandungan gula inilah Lahang juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula aren.

Sobat Djadoel yang ingin icip-icip Lahang mungkin harus berasabar untuk mendapatkannya karena sudah sedikit sekali orang yang menjualnya. Bahkan di desa-desa sekalipun sudah jarang sekali orang yang menyadap Air Aren. Kalaupun Sobat Sjadoel menemukan yang jualan Lahang, pasti harganya lumayan mahal. Zaman dulu minuman ini dijual seharga Rp 500 sampai Rp 2.000 rupiah per gelasnya, tapi sekarang bisa sampai Rp 4.000 atau Rp 6.000 per gelasnya. Mungkin karena sudah sulit mendapatkan bahan bakunya.

Para pedagang Lahang biasanya membawa lodong bambu sebagai tempat penyimpanan Lahangnya. Dibagian atas lodong ini selalu disumbat dengan injuk kelapa atau dengan kerakas daun pisang. Selain untuk melindungi Lahang dari debu, injuk ini juga berguna untuk menyaring Lahang waktu menuangkannya ke pembeli.

Kalau di Bandung, mungkin Sobat Djadeol bisa ke daerah Dago Pakar. Kadang kala di sana ada seorang bapak-bapak yang masih menjual Lahang. Gimana Sobat Djadoel tertarik untuk mencoba minuman yang satu ini? Jangan cuman tahu minuman-minuman modern saja, tapi coba juga minuman jadul yang menyegarkan sekaligus menyehatkan sebelum minuman tersebut habis dimakan zaman. Selamat mencari Lahang, Sobat Djadoel.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com