Klepon bukan Telepon


(sumber foto: djamandoeloe.com)

KLEPON dan telepon, dua nama yang terdengar sama tapi bentuknya jauh berbeda. Yang satu bisa dimakan, yang satu lagi enggak bisa dimakan. Kalau telepon Sobat Djadoel udah pasti tahu dong bentuknya gimana dan untuk apa. Nah, kalau klepon apa semua Sobat Djadoel udah tahu bentuk dan untuk apa? Sejenis alat komunikasikah atau saudara kembarnya telepon?

Buat sebagian Sobat Djadoel yang belum tahu apa itu klepon, djamandoeloe.com kali ini akan mengenalkannya. Klepon itu bukanlah alat komunikasi apalagi saudara kembarnya telepon, melainkan sebuah makanan tradisional yang masih bertahan hingga sekarang.

Kue yang dikenal sebagai jajanan pasar ini bisa dibilang seangkatan sama kue putu, awug, jojongkong, dan lain sebagainya. Rasanya yang manis dan gurih membuat para pencitanya terus memburu keunikan rasanya. Tak hanya itu, bentuknya yang bulat pipih dan berwarna hijau muda serta ada taburan kelapa parut di atasnya, terasa sangat unik dan membuat siapa saja yang melihatnya ingin mencicipi. Apalagi sensasi pada saat Sobat Djadoel menggigit si kue bertekstur kenyal ini, cesssss lelehan gula merah di dalamnya akan terasa lumer di mulut. Hmmm yummy

Kelezatan jajanan satu ini memang bikin nagih, tak heran jika banyak orang yang suka dengannya. Rasanya juga tak kalah jika dibandingkan dengan jajanan pasar lainnya.

Buat Sobat Djadoel yang ingin mencoba membuatnya di rumah juga bisa kok, gampang, Sobat djadoel hanya perlu mengaduk tepung ketan dengan air daun pandan/suji, air kapur sirih dan garam hingga rata. Kemudian tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis atau bisa dibentuk. Setelah itu diamkan adonan selama 15 menit. Selanjutnya adonan tadi dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, dan diisi gula merah atau gula jawa yang sudah diiris halus. Tahap terakhir tinggal merebus bola-bola tadi dalam air yang mendidih sampai mengapung. Kalau sudah mengapung seperti itu tandanya klepon sudah matang dan siap untuk diangkat. Lalu, tiriskan klepon tersebut dan guling-gulingkan di atas kelapa parut hingga rata sampai menutupi permukaan keleponnya. Tadaaaa…klepon siap dihidangkan.

Saran dari djamandoeloe.com kalau makan klepon nikmatnya pas disajikan dalam keadaan masih hangat.  Selain karena lumeran dari si gula merahnya lebih maknyos, kue satu ini juga sangat mudah basi. Mengapa? Karena klepon terbuat dari bahan campuran tepung terigu dan mengandung kelapa.

Tapi, Sobat Djadoel juga jangan coba-coba mencicipi klepon yang baru diangkat dari rebusan, karena nanti akan ada sesuatu yang mengejutkan. Lidah Sobat Djadoel akan dibanjiri dengan cairan gula merah yang masih panas, bayangkan saja rasanya kalau cairan itu menetes ke lidah Sobat Djadoel. Jadi, lebih baik kita tunggu dulu sampai agak hangat atau sedikit dingin.

Oh ya, penganan satu ini juga selain unik dan enak ternyata kaya akan manfaat juga loh Sobat Djadoel. Mengingat bahan baku utamanya tepung beras ketan dan gula merah, jadi klepon ini mengandung banyak karbohidrat. Sudah kita ketahui kalau karbohidrat merupakan sumber zat tenaga utama bagi tubuh untuk beraktivitas sehari-hari. Dan gula jawa pun mengandung berbagai mineral yang diperlukan tubuh.

Dilihat dari komposisinya, klepon ini cocok untuk disantap saat sarapan agar memberikan energi untuk aktivitas hingga siang hari. Tapi, bagi Sobat Djadoel yang sedang diet tidak disarankan untuk makan kue ini. Karena klepon ini mengandung energi yang besar dan nantinya akan disimpan menjadi lemak pada tubuh sehingga berat badan pun akan bertambah bukannya berkurang, hehe. Dan bagi penderita diabetes, klepon juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena kue yang satu ini mengandung gula yang terbilang tinggi.

Meskipun masih banyak orang-orang yang membuat klepon, tapi keberadaannya semakin terancam dengan jenis kue-kue modern yang datang dengan berbagai inovasi. So, selain wajib mencicipi kue yang satu ini Sobat Djadoel juga bisa melestarikannya dengan cara belajar membuat kue tradisional ini.  Siapa tahu nanti bisa jadi juragan klepon. Selamat mencoba dan mencicipi wink





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com