Lagu Pengantar Tidur Nina Bobo


"Nina bobo, oh.. nina bobo.., Kalau tidak bobo digigit nyamuk..."

Siapa sangka lagu yang cuma dua bait itu cukup ampuh membuat anak-anak tertidur kala mereka sangat susah tidur. Lagu yang sering kita dengar sewaktu kecil ini memang terkenal ampuh dalam menidurkan anak kecil, terutama yang masih balita.

Menurut Wikipedia, kata nina dalam lagu nina bobo merupakan kata serapan dari bahasa Portugis, ‘menina’ yang berarti gadis. Bahkan dalam sebuah buku karya Antonio Pinto yang berjudul Portuguese influence in Indonesia, kata nina bobo disebut berasal dari bahasa Portugis lama yang berarti tidurlah anakku. Jadi mungkin saja lagu nina bobo ini merupakan hasil campuran budaya lokal dan Portugis, karena memang bangsa Portugis pernah menginjakkan kakinya di bumi nusantara ini.

Lagu nina bobo ternyata bukan hanya terkenal di Indonesia, lagu pengantar tidur ini juga dikenal di negeri kincir angin, Belanda. Di sana, lagu nina bobo sempat dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort, dengan mengubah liriknya menjadi bahasa Belanda. Tidak hanya itu, lagu nina bobo ini bahkan sempat dibawakan oleh kelompok paduan suara Die Minnesangher asal Belanda, di sebuah panggung orkestra dengan lirik yang masih berbahasa Indonesia.

Berikut lirik lagu nina bobo yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda:

Slaap meisje, oh slaap, meisje

(tidurlah gadis, oh tidur, gadis)

als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden.

(jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat seekor nyamuk)

Selain itu, yang menarik dari lagu nina bobo ini adalah cerita dibalik terbuatnya lagu tersebut. Banyak orang yang percaya bahwa lagu nina bobo ini dibuat oleh seorang ibu untuk anaknya yang susah tidur, tapi kemudian anaknya itu meninggal karena terserang demam yang hebat.

Konon, dulu ada seorang anak perempuan blasteran Belanda dan Jawa. Ayahnya yang seorang Belanda bernama Vand Rodjnik, dan ibunya yang asli Jawa bernama Mustika. Anak ini bernama Helenina Mustika Van Rodjnik, dan biasa dipanggil Nina. Sejak masih bayi anak yang lahir pada tahun 1871 ini kabarnya susah sekali untuk tidur. Kalau waktu tidur tiba, Nina malah menangis bukannya tidur. Segala cara dilakukan oleh ibunya agar anaknya ini bisa tidur. Salah satu caranya dengan bersenandung kecil untuk memancing Nina agar cepat tidur. Tak disangka cara ini ternyata berhasil, dan lama kelamaan Nina jadi terbiasa dengan lagu tersebut. Bahkan, Nina tidak bisa tidur jika lagu tersebut belum dinyanyikan oleh ibunya.

Kebiasaan bersenandung itu membuat ayah Nina, Vand Rodjnik, menyuruh istrinya untuk membuat liriknya pada senandungan kecil itu supaya lebih indah dan membuat si anak cepat tidur. Konon, karena di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik lagu nina bobo seperti yang kita kenal sekarang.

Di usianya yang menginjak empat tahun, Helenina ini terjangkit demam yang sangat tinggi, ia jadi sering menangis setiap malamnya. Sakitnya itu berlangsung sangat lama sampai di tahun 1878, di usianya yang ke- 6 ia meninggal dunia.

Ibu dan ayahnya sangat sedih, saking sedihnya ibu Helenina selalu menyanyikan lagu nina bobo ini selama hidupnya sampai ia meninggal di tahun 1929. Setelah istrinya meninggal, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumahnya. Sejak saat itu mulai muncul kejadian-kejadian ganjil, ia pernah beberapa kali mendengar tangisan anak kecil di rumahnya. Sampai akhirnya ketika ia tidur, ia dibangunkan oleh seorang anak perempuan yang mirip dengan anaknya, anak itu memintanya untuk menyanyikan lagu nina bobo. Sejak saat itu Kapten Van Rodjik selalu menyanyikan lagu nina bobo sebelum ia tidur.

Dari dongeng tersebutlah muncul mitos-mitos seperti setiap anak yang dinyanyikan lagu ini bisa tertidur pulas karena pada saat lagu tersebut dinyanyikan, Helenina juga turut hadir menemani sang anak agar anak itu tertidur lelap seperti ia dulu. Jadi, selama seseorang menyanyikan lagu tersebut, sebenarnya Helenina akan datang dan ikut menemani sampai si anak tertidur pulas.

Tidak ada yang tahu pasti apakah cerita ini benar atau hanya karangan sebagian orang yang suka mengait-ngaitkan suatu hal dengan hal lainnya. Tapi yang terasa sampai sekarang, ketika ada orang yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya terasa ada sedikit aura mistis. Entah dari mana datangnya, mungkin ini efek dari lagu nina bobo yang biasa dinyanyikan dengan nada-nada sedikit keroncong semacam lagu lingsir wengi.





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com