Tamagotchi Dulu dan Sekarang


(sumber foto: http://paperdrink.wordpress.com/2011/02/27/memainkan-tamagotchi-di-komputer/)

INGIN memelihara binatang tapi males ngerawatnya, beli makanannya, ngasih makannya, mandiinnya, bersihin kotorannya yang iuwwhh, dan sebagainya. Gimana tuh Sobat Djadoel kalau sudah kayak gitu? Mau melihara binatang tapi males ngurusnya, sedangkan binatang itu sama seperti manusia harus dirawat agar tidak cepat mati. Tapi, tenang saja selama teknologi terus berkembang, hal seperti itu bisa diatasi dengan teknologi.

Dulu, sekitar tahun 90-an ada sebuah terobosan baru bagi mereka yang ingin memelihara binatang tapi enggak mau repot ngurusnya. Terobosan ini berupa konsol game yang disebut dengan Tamagotchi. Konsol game dari Jepang ini sempat menjadi benda yang sangat diidam-idamkan anak-anak kala itu. Tamagotchi seakan menjadi sebuah virus yang cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.

Dulu siapa sih yang gak tahu Tamagotchi? Mainan berbentuk telur oval yang isinya seekor binatang virtual untuk kita pelihara dari bayi sampai besar. Tamagotchi sendiri sebenarnya berasal dari dua kata, yakni tamago (bahasa Jepang) yang berarti telur dan watch (bahasa Inggris) yang berarti jam tangan. Mungkin nama ini diambil karena konsol game yang satu ini sangat kecil seperti jam tangan dan permainannya bermula dari sebuah telur.

Tamagotchi pertama kali diluncurkan oleh sebuah perusahan permainan asal Jepang yang bernama Bandai, pada 23 November tahun 1996. Saat itu Tamagotchi hanya dipasarkan di Jepang saja. Tapi karena penjualannya yang meningkat tajam bahkan mencapai 40 juta, akhirnya Tamagotchi diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia. Dan pada tahun 1997, Tamagotchi menjadi konsol game yang banyak dicari oleh penggemar game dan berhasil menjadi mainan utama anak-anak saat itu.

Karena ukurannya yang kecil, konsol game dari Jepang ini sangat mudah untuk dibawa kemana-mana sehingga kita bisa memainkannya di manapun dan kapanpun. Tamagotchi sendiri dimainkan dengan cara memberi makan, membersihkan kamar, mengajaknya bermain dan banyak hal lainnya yang dilakukan tanpa perlu repot seperti mengurus binatang peliharaan yang asli. Tapi ini hanya dimainkan secara digital bukan dalam kehidupan nyata.

Asiknya dari konsol game yang satu ini, kita seakan benar-benar memelihara binatang karena terdapat interaksi antara kita dengan binatang peliharaan kita itu. Binatang peliharaan yang ada dalam Tamagotchi bisa sangat baik ketika kita selalu berkomunikasi dengannya, tapi dia juga akan sangat marah kalau kita melalaikannya. Bahkan kalau kita terus membiarkannya dia juga bisa mati seperti binatang dalam kehidupan nyata. Jadi, meskipun Tamagotchi hanyalah sebuah konsol game tapi ia bisa melatih kita untuk disiplin dalam menjaga binatang peliharaan.

Setelah mulai dipasarkan tahun 1996, Tamagotchi mulai bertransformasi ke dalam berbagai bentuk, ada yang kotak dan lainnya. Tapi yang paling nge-hits ya bentuk yang awal, yang berbentuk seperti telur yang lonjong. Selain berubah dalam bentuk, Tamagotchi juga mengalami transformasi dalam hal permainannya. Awalnya Tamagotchi hanya untuk 1 pemain. Namun lama-kelamaan ada Tamagotchi yang bisa dimainkan oleh banyak orang melalui koneksi Bluetooth. Kita bisa mengadu hewan peliharaan kita dengan punya orang lain. Dulu Tamagotchi yang ada bluetoothnya dijual seharga Rp. 40.000, ini termasuk harga yang mahal untuk saat itu, apalagi yang membelinya kebanyakan anak-anak.

Sayangnya, ketenaran Tamagotchi tak berlangsung lama. Sejak munculnya berbagai konsol game seperti Nintendo dan PlayStation, Tamagotchi mulai kalah pamor dan perlahan ditinggalkan oleh pecinta game. Dampaknya bisa kita lihat saat ini, sudah sangat jarang orang yang bermain Tamagotchi. Tapi bagi Sobat Djadoel yang ingin bernostalgia dengan Tamagotchi ini, bisa membelinya di beberapa tempat karena hingga kini masih ada yang menjual Tamagotchi konvensional seperti yang dulu. Atau bagi yang punya ponsel android, Sobat Djadoel juga bisa mengunduh Tamagotchi L.i.f.e. di Google Playstore. Selamat bernostalgia dengan binatang peliharaan virtualnya wink





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com