Walkman, Pemutar Musik Legendaris


(sumber foto: http://geowu18.blogspot.com/2013/02/walkman.html)

SIAPA yang tak suka musik? Rasanya hampir semua orang suka dengan yang namanya musik, tapi mungkin jenis aliran musiknya berbeda-beda. Jadi, tak heran jika sekarang banyak sekali acara-acara musik di televisi, begitu juga dengan banyaknya perangkat pemutar musik yang kian lama kian canggih. Sebut saja iPod, alat pemutar musik yang serba guna ini sudah menjadi tren di kalangan anak muda masa kini.

Jauh sebelum iPod muncul, pemutar musik bernama Walkman sempat menjadi barang kesayangan remaja tahun 90-an. Saat itu Walkman bisa menaikkan tingkat kepedean bagi yang membawanya.

Bagi Sobat Djadoel yang enggk ngalamain masa-masa kejayaan Walkman atau engak tahu apa itu yang namanya Walkman, djamandoeloe.com bakal kasih tahu sekarang.

Walkman itu adalah peranti audio portable atau dalam bahasa kerennya pemutar musik portable. Ditambahkan embel-embel portable karena Walkman ini bisa kita bawa kemana-mana. Jadi kita bisa mendengarkan musik di mana saja dan kapan saja.

Pemutar musik portable ini dirilis pada tahun 1979 di Jepang dengan nama Walkman. Akan tetapi, setiap negara memiliki panggilan yang berbeda-beda. Misal, di Amerika mereka menyebutnya Soundabout, di Swedia disebut Freestyle, sedangkan di Inggris Raya disebut Stowaway.

Walkman tersebut dibuat pada tahun 1978 oleh insinyur audio Nobutoshi Kihara untuk mantan ketua Sony, Akio Morita yang ingin mendengarkan musik ketika sedang dalam perjalanan dengan pesawat terbang. Awalnya, Morita tidak menyukai nama Walkman dan meminta untuk menggantinya, namun terlambat karena Walkman terlanjut telah dipasarkan.

Ngomongin soal Walkman, biasanya identik dengan yang namanya kaset dan batu baterai. Yup, dulu orang yang punya Walkman selalu membawa kaset musik kesayangannya dan tak lupa beberapa buah biji batu baterai 1,5 volt.

Walkman sendiri telah menjadi sebuah fenomena lantaran untuk pertama kalinya peranti audio bisa dibawa ke mana-mana dengan ukurannya yang relatif kecil. Kalau dulu enggak ada yang namanya Walkman, mungkin iPod dan sejenisnya enggak akan ada seperti sekarang ini. Jadi, Walkman ini bisa dikatakan sebagai pelopor pemutar musik portable.

Sejak diperkenalkan pada tahun 1980-an, Walkman telah menjadi ikon perusahaan Sony. Dan dalam sekejap sukses memikat dunia bahkan penjualannya mampu menembus 220 juta unit.

Tapi seiring munculnya perangkat audio digital, Walkman mulai kehilangan pamornya. Apalagi setelah munculnya CD yang menggantikan keberadaan kaset. Ya walaupun akhirnya ada juga Walkman yang menggunakan CD atau biasa disebut Discmen, tapi kehadirannya tak sepopuler Walkman yang menggunakan kaset.

Setelah pamor CD mulai menurun, Walkman menjadi kian terpuruk. Sempat Sony berkolaborasi dengan Ericsson dan menghasilkan beberapa ponsel yang berlabelkan Walkman yang cukup sukses di pasaran. Tapi akhirnya pada tahun 2010, Sony mengumunkan tidak akan memproduksi lagi Walkman jenis kaset ataupun CD.

Saat ini juga sudah banyak teknologi-teknologi canggih yang memiliki fitur musik tanpa perlu memakai kaset ataupun CD. Hampir handphone-handphone yang ada sekarang sudah dilengkapi dengan fitur pemutar kaset yang memudahkan penggunanya.

Nah, bagi Sobat Djadoel yang masih punya Walkman, sebaiknya dirawat baik-baik. Karena beberapa tahun ke depan, mungkin perangkat ini akan menjadi benda yang sangat antik yang banyak dicari kolektor barang antik. 





Mari Bernostalgia


comments powered by Disqus

copyright 2017 - djamandoeloe.com